SEJARAH

Sejarah Desa Bejiruyung: Dari Hutan Hingga Menjadi Desa Mandiri

402
×

Sejarah Desa Bejiruyung: Dari Hutan Hingga Menjadi Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Bejiruyung, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan menarik. Perjalanan desa ini dimulai dari legenda hingga perkembangan menjadi desa mandiri modern.

Awal Mula dan Legenda Desa Bejiruyung

Pada awal abad ke-19, wilayah Bejiruyung merupakan hutan dan lahan kosong. Sekitar tahun 1800, wilayah ini mulai ditempati oleh pendatang dari Jawa Timur, Bali, Kajoran, dan Desa Salekan. Penduduk awal membentuk tiga wilayah pemerintahan:

  • Desa Blimbing – mencakup Dukuh Blimbing, Dukuh Kemujan, Dukuh Pelumbon, dan Dukuh Karang Turi. Di Blimbing terdapat pemandian yang konon pernah digunakan Dewi Partimah, lalu dinamai “Beji”.
  • Desa Gumeng – meliputi Dukuh Gumeng, Dukuh Karang Malang, dan Dukuh Tegal Kotak. Warga desa ini adalah pengikut Mbah Buyut Ruyung bernama Surtinem. Gumeng dahulu dikenal dengan pasar kelapanya yang ramai dikunjungi pedagang dari luar daerah.
  • Desa Kluwihan – terdiri dari Dukuh Kluwihan dan Dukuh Petirisan. Desa ini menjadi tempat tinggal Buyut Ruyung, seorang pendatang dari Jawa Timur yang konon melarikan diri dari perjodohan yang aneh. Makamnya kini dikenal sebagai pesarehan “Buyut Ruyung”.

Ketiga desa tersebut kemudian bersatu menjadi satu desa yang dinamai Desa Bejiruyung. Sejak saat itu, desa ini dipimpin oleh beberapa kepala desa, mulai dari Lurah Ruket, Lurah Dikin, hingga Kepala Desa saat ini, Sofingi, S.Pd.I.

Perjalanan Desa Bejiruyung dari Masa ke Masa

Sejak berdiri, Desa Bejiruyung mengalami berbagai peristiwa penting, baik positif maupun tantangan yang dihadapi warganya:

Tahun Peristiwa Baik Peristiwa Buruk
1943 Dibangunnya jembatan penghubung Desa Semanding dan Bejiruyung Kelangkaan pangan dan penyakit koreng
1947-1948 Dibangunnya Jembatan Kali Gandu Penjajahan Belanda II
1950-1951 Warga dikirim bekerja di Betawi secara masal Kekurangan makanan dan penyakit beri-beri
1964-1965 Pembangunan jalan makadam desa Pemberontakan G30S/PKI
1967 Dibangunnya Balai Desa Bejiruyung pertama Banjir akibat jebolnya bendungan Sempor
1973 Pembukaan lahan untuk tanaman murbei dan kayu putih Tanaman padi dimakan hama wereng
1979 Dibangun Masjid Baiturrohman Dukuh Gumeng Letusan Gunung Galunggung menyulitkan mencari pakan ternak
1980-1981 Dibangun bendungan untuk mengairi sawah 40 ha Banyak mayat tak beridentitas ditemukan
1983 Dibangunnya Masjid Baiturrohim Dukuh Blimbing Ditemukannya mayat di sawah Blok Sibule
1984 Pos Kamling dan Balai Desa dibangun Banyak pencurian pasca Magrib
1986 Dibangunnya Kantor Desa Isu setan pocong meresahkan warga
1989 Pagar kantor desa dibangun Hama tikus merusak tanaman padi
1990 Pemilihan kepala desa demokratis pertama Jalan Timur Jembatan Pogung longsor
1996 Bantuan ternak sapi dari Dinas Peternakan Jalan Kali Gandu longsor
2000 Pemilihan kepala desa demokratis Hama walang mengganggu pertanian
2001 Rehab Kantor Balai Desa Pohon tua tumbang di Panembahan Polading Dukuh Gumeng
2003 Pembuatan talud jalan Banjir di Dukuh Blimbing
2004 Pemilihan kepala desa Wabah demam berdarah
2005 Pembangunan Polindes Dua orang tersambar petir saat panen padi
2009 Pemilihan kepala desa Pohon kelapa tumbang menimpa rumah warga
2015 Kekosongan jabatan kepala desa dijabat PJ. Sutriyaningsih

Sejarah panjang Desa Bejiruyung mencerminkan perjalanan dari wilayah hutan menjadi desa mandiri yang terus berkembang hingga kini. Desa ini tidak hanya memiliki kekayaan sejarah dan budaya, tetapi juga terus berinovasi untuk kesejahteraan warganya.

Sumber: Desa Bejiruyung – Situs Resmi Kecamatan Sempor, Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.