KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Bejiruyung, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan menarik. Perjalanan desa ini dimulai dari legenda hingga perkembangan menjadi desa mandiri modern.
Awal Mula dan Legenda Desa Bejiruyung
Pada awal abad ke-19, wilayah Bejiruyung merupakan hutan dan lahan kosong. Sekitar tahun 1800, wilayah ini mulai ditempati oleh pendatang dari Jawa Timur, Bali, Kajoran, dan Desa Salekan. Penduduk awal membentuk tiga wilayah pemerintahan:
- Desa Blimbing – mencakup Dukuh Blimbing, Dukuh Kemujan, Dukuh Pelumbon, dan Dukuh Karang Turi. Di Blimbing terdapat pemandian yang konon pernah digunakan Dewi Partimah, lalu dinamai “Beji”.
- Desa Gumeng – meliputi Dukuh Gumeng, Dukuh Karang Malang, dan Dukuh Tegal Kotak. Warga desa ini adalah pengikut Mbah Buyut Ruyung bernama Surtinem. Gumeng dahulu dikenal dengan pasar kelapanya yang ramai dikunjungi pedagang dari luar daerah.
- Desa Kluwihan – terdiri dari Dukuh Kluwihan dan Dukuh Petirisan. Desa ini menjadi tempat tinggal Buyut Ruyung, seorang pendatang dari Jawa Timur yang konon melarikan diri dari perjodohan yang aneh. Makamnya kini dikenal sebagai pesarehan “Buyut Ruyung”.
Ketiga desa tersebut kemudian bersatu menjadi satu desa yang dinamai Desa Bejiruyung. Sejak saat itu, desa ini dipimpin oleh beberapa kepala desa, mulai dari Lurah Ruket, Lurah Dikin, hingga Kepala Desa saat ini, Sofingi, S.Pd.I.
Perjalanan Desa Bejiruyung dari Masa ke Masa
Sejak berdiri, Desa Bejiruyung mengalami berbagai peristiwa penting, baik positif maupun tantangan yang dihadapi warganya:
| Tahun | Peristiwa Baik | Peristiwa Buruk |
| 1943 | Dibangunnya jembatan penghubung Desa Semanding dan Bejiruyung | Kelangkaan pangan dan penyakit koreng |
| 1947-1948 | Dibangunnya Jembatan Kali Gandu | Penjajahan Belanda II |
| 1950-1951 | Warga dikirim bekerja di Betawi secara masal | Kekurangan makanan dan penyakit beri-beri |
| 1964-1965 | Pembangunan jalan makadam desa | Pemberontakan G30S/PKI |
| 1967 | Dibangunnya Balai Desa Bejiruyung pertama | Banjir akibat jebolnya bendungan Sempor |
| 1973 | Pembukaan lahan untuk tanaman murbei dan kayu putih | Tanaman padi dimakan hama wereng |
| 1979 | Dibangun Masjid Baiturrohman Dukuh Gumeng | Letusan Gunung Galunggung menyulitkan mencari pakan ternak |
| 1980-1981 | Dibangun bendungan untuk mengairi sawah 40 ha | Banyak mayat tak beridentitas ditemukan |
| 1983 | Dibangunnya Masjid Baiturrohim Dukuh Blimbing | Ditemukannya mayat di sawah Blok Sibule |
| 1984 | Pos Kamling dan Balai Desa dibangun | Banyak pencurian pasca Magrib |
| 1986 | Dibangunnya Kantor Desa | Isu setan pocong meresahkan warga |
| 1989 | Pagar kantor desa dibangun | Hama tikus merusak tanaman padi |
| 1990 | Pemilihan kepala desa demokratis pertama | Jalan Timur Jembatan Pogung longsor |
| 1996 | Bantuan ternak sapi dari Dinas Peternakan | Jalan Kali Gandu longsor |
| 2000 | Pemilihan kepala desa demokratis | Hama walang mengganggu pertanian |
| 2001 | Rehab Kantor Balai Desa | Pohon tua tumbang di Panembahan Polading Dukuh Gumeng |
| 2003 | Pembuatan talud jalan | Banjir di Dukuh Blimbing |
| 2004 | Pemilihan kepala desa | Wabah demam berdarah |
| 2005 | Pembangunan Polindes | Dua orang tersambar petir saat panen padi |
| 2009 | Pemilihan kepala desa | Pohon kelapa tumbang menimpa rumah warga |
| 2015 | Kekosongan jabatan kepala desa dijabat PJ. Sutriyaningsih | – |
Sejarah panjang Desa Bejiruyung mencerminkan perjalanan dari wilayah hutan menjadi desa mandiri yang terus berkembang hingga kini. Desa ini tidak hanya memiliki kekayaan sejarah dan budaya, tetapi juga terus berinovasi untuk kesejahteraan warganya.
Sumber: Desa Bejiruyung – Situs Resmi Kecamatan Sempor, Kebumen
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















