SEJARAH

Legenda Mbah Kuwu hingga Jejak Sejarah, Ini Asal Usul Desa Kuwarasan Kebumen

314
×

Legenda Mbah Kuwu hingga Jejak Sejarah, Ini Asal Usul Desa Kuwarasan Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kuwarasan, yang kini dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat dengan legenda, perjuangan, dan dinamika sosial dari masa ke masa.

Berdasarkan catatan sejarah yang dimuat dalam situs resmi desa, wilayah Kuwarasan pada masa lampau merupakan hutan lebat dan rawa-rawa yang dikenal angker. Kawasan tersebut dipenuhi binatang buas serta dipercaya menjadi tempat bersemayam makhluk halus, sehingga membuat masyarakat enggan menetap.

Konon, sosok pertama yang membuka wilayah tersebut adalah seorang tokoh sakti dan bijaksana bernama Mbah Kuwu. Namun, upayanya untuk membuka pemukiman tidaklah mudah. Banyak orang yang datang ke wilayah tersebut mengalami gangguan, baik secara mistis maupun penyakit, hingga akhirnya memilih meninggalkan tempat tersebut.

Dalam usahanya, Mbah Kuwu kemudian meminta bantuan tiga tokoh lainnya, yakni Mbah Ngabehi Ngabdulah Fakih yang disebut-sebut berasal dari keturunan Keraton Yogyakarta dan sebelumnya tinggal di Ambal, Mbah Sidakarsa, serta Mbah Zakaria yang asal-usulnya belum diketahui secara pasti.

Keempat tokoh tersebut kemudian melakukan ritual keselamatan dengan menyembelih seekor kebo bule dungkul sebagai simbol permohonan perlindungan. Setelah ritual tersebut, wilayah yang semula angker berangsur menjadi aman dan kondusif. Masyarakat pun mulai berdatangan dan menetap.

Seiring berkembangnya pemukiman, wilayah tersebut kemudian dinamai Desa Kewarasan yang berarti keselamatan. Namun, seiring waktu dan perbedaan pelafalan, nama tersebut berubah menjadi Kuwarasan hingga saat ini.

Selain legenda awal berdirinya, sejarah Desa Kuwarasan juga mencatat berbagai peristiwa penting. Pada tahun 1939, Kartodinama tercatat sebagai lurah pertama yang teridentifikasi, disusul Kartosuwarno pada tahun 1940.

Pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1942–1949, dibangun pasar dan gudang garam yang dipimpin oleh Van Kebrek. Hingga kini, pasar tersebut dikenal sebagai Pasar Kebrek. Di masa itu juga terjadi wabah penyakit kulit serta dampak penjajahan Belanda.

Memasuki era kemerdekaan, wilayah ini juga mengalami berbagai dinamika, seperti pemberontakan pada awal 1950-an, peristiwa G30S tahun 1965, hingga bencana banjir akibat jebolnya Bendungan Sempor pada tahun 1966.

Perkembangan infrastruktur dan pemerintahan terus berlangsung, mulai dari pembangunan sekolah, irigasi, hingga bantuan pemerintah saat masa paceklik. Pergantian kepemimpinan desa juga terus terjadi, hingga saat ini Desa Kuwarasan dipimpin oleh Slamet Supriyono.

Pada tahun 2019, desa ini juga turut merasakan dampak pandemi COVID-19 yang melanda secara global.

Sejarah panjang Desa Kuwarasan menjadi bukti perjalanan sebuah wilayah dari kawasan yang dianggap angker hingga berkembang menjadi pemukiman yang maju dan berdaya.

Sumber: Website resmi Desa Kuwarasan


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.