KEBUMEN, Kebumen24.com – Momentum pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa lonjakan signifikan pada layanan pernikahan di KUA Kecamatan Kebumen. Di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pelayanan tetap berjalan optimal berkat profesionalisme para penghulu yang terus siaga melayani masyarakat.
Tingginya animo masyarakat terlihat dari data jadwal pernikahan. Sejak H-1 hingga H+7 Lebaran, tercatat sebanyak 49 pasangan melangsungkan akad nikah. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 117 peristiwa nikah sampai akhir bulan Syawal 1447 H. Dari total tersebut, sebanyak 14 akad dilaksanakan langsung di Kantor KUA Kecamatan Kebumen, sementara sisanya dilakukan melalui layanan di luar kantor (bedolan).
Di tengah suasana libur panjang, pelayanan di KUA tetap berjalan tanpa hambatan. Hal ini terlihat saat Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menyaksikan langsung prosesi akad nikah pada Kamis (26/3/2026).
Salah satu pasangan, Juli Irfanto dan Sulistiowati asal Desa Jatisari, memilih melangsungkan pernikahan di momen Lebaran. Juli mengungkapkan, keputusan tersebut didasari efisiensi waktu.
“Waktunya bertepatan dengan cuti kerja, jadi lebih efisien,” ujarnya.
Fenomena ini menjadi gambaran bahwa masa libur panjang Lebaran masih menjadi waktu favorit masyarakat untuk melangsungkan pernikahan.
Kecamatan Kebumen yang mencakup 24 desa dan 5 kelurahan menuntut para penghulu untuk mampu menjangkau wilayah yang luas, terutama dalam layanan akad nikah di luar kantor.
Kepala KUA Kecamatan Kebumen, Sucatmiko Rohmatan Maskuro, menyebut lonjakan ini merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun.
“Bagi kami ini hal biasa. Saat sebagian ASN menikmati libur, kami tetap fokus melayani masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, waktu bersama keluarga biasanya disiasati di luar musim padat pelayanan.
KUA Kecamatan Kebumen menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan, meskipun kebijakan kerja fleksibel diberlakukan. Masyarakat tetap dapat mengakses layanan pencatatan nikah dan administrasi secara normal.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kebumen, Makruf Widodo, juga mengingatkan pentingnya dedikasi seluruh penghulu di 26 kecamatan.
“Jabatan penghulu adalah pilihan profesi. Maka harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Kemenag Kebumen memastikan bahwa kebijakan WFA tidak mengurangi kualitas layanan publik. Justru pada momen Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keagamaan meningkat, khususnya pencatatan pernikahan.
Kehadiran penghulu di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen pelayanan yang tetap prima di segala kondisi. Profesionalisme dan dedikasi para petugas menjadi wajah pelayanan KUA yang terus dipercaya masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















