KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah panjang yang sarat nilai sejarah, legenda, serta kearifan lokal masyarakat pesisir yang masih terjaga hingga kini.
Awal Mula: Dari Lima Padukuhan Menjadi Satu Desa
Sebelum resmi menjadi Desa Karangrejo, wilayah ini pada sekitar tahun 1910 terdiri dari lima padukuhan, yakni Beji, Plesung, Pandoman, Balung Wetan, dan Balung Kulon. Masing-masing wilayah dipimpin oleh lurah dukuh, seperti Sanggret di Beji, Dongkol Ting Wanadrana di Plesung, Dipadrana di Pandoman, Karta di Balung Kulon, serta Eyang Dongkol Mustar di Balung Wetan.
Tonggak penting terjadi pada tahun 1914, saat kelima padukuhan tersebut dilebur menjadi satu desa bernama Karangrejo. Nama ini berasal dari kata “karang” yang berarti tempat atau wilayah, serta “rejo” yang bermakna makmur dan sejahtera—sebuah doa agar masyarakatnya hidup aman dan berkecukupan.
Pasca penggabungan, kepemimpinan desa pertama dipegang oleh Ki Lurah Sanggret, dengan pusat pemerintahan berada di wilayah Dukuh Beji.
Dinamika Kepemimpinan Desa
Seiring waktu, Desa Karangrejo dipimpin oleh sejumlah kepala desa yang turut mewarnai perjalanan pembangunan, di antaranya Sanggret (1914–1929), Mardikastama (1929–1949), hingga kepemimpinan terbaru oleh Y. Anifudin (2019–sekarang).
Pada masa penjajahan, kepala desa memiliki keterbatasan dalam menjalankan pemerintahan karena belum adanya regulasi yang jelas serta tekanan dari pihak penjajah. Namun, semangat kepemimpinan tetap menjadi kunci dalam menggerakkan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Tradisi dan Kearifan Lokal yang Mengakar
Sebagai masyarakat pesisir, warga Karangrejo dikenal masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat. Salah satu tradisi unik adalah cowongan, ritual meminta hujan saat musim kemarau panjang yang pernah dilakukan hingga tahun 1992.
Selain itu, terdapat tradisi jabelan sebagai ungkapan syukur panen, penggunaan penanggalan Jawa dalam berbagai upacara, serta tradisi sedekah bumi, larungan, dan bongkoan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan.
Tempat Keramat dan Jejak Spiritual
Kentalnya kepercayaan lokal juga tercermin dari sejumlah tempat yang dikeramatkan warga, seperti Simampel di Dukuh Beji, Depok di Plesung, Gondang di Pandoman, hingga Pangabean di Balung Kulon. Umumnya berupa pohon besar tua yang menjadi simbol spiritual dan sering dikaitkan dengan ritual adat.
Tak hanya itu, sejumlah makam tokoh yang dianggap keramat seperti Mbah Percit, Mbah Dondoman, hingga Mbah Ngabei turut menjadi bagian dari sejarah spiritual masyarakat.
Kehidupan Tradisional dan Semangat Gotong Royong
Sebelum tahun 1990, kehidupan masyarakat Karangrejo masih sangat sederhana. Belum ada listrik, penerangan menggunakan lampu minyak, dan komunikasi dilakukan dengan kentongan. Aktivitas pertanian pun masih mengandalkan tenaga sapi, sementara transportasi dilakukan dengan berjalan kaki atau dipikul.
Namun di balik keterbatasan tersebut, tumbuh kuat semangat gotong royong. Pembangunan desa dilakukan secara swadaya, baik tenaga maupun material, mencerminkan eratnya nilai kekeluargaan di tengah masyarakat.
Perkembangan dan Tantangan Desa
Seiring waktu, berbagai program pembangunan mulai masuk ke desa, mulai dari bantuan pertanian, pembangunan balai desa, jaringan listrik, hingga infrastruktur jalan.
Desa Karangrejo juga menghadapi berbagai tantangan, seperti paceklik pada tahun 1973, konflik pasca pemilihan kepala desa tahun 2007, hingga pandemi COVID-19 pada tahun 2020.
Namun demikian, desa ini terus berkembang, termasuk dengan hadirnya potensi wisata baru seperti Pantai Cemara Sewu pada tahun 2022.
Menjaga Warisan, Menatap Masa Depan
Kini, Desa Karangrejo tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah panjang, tetapi juga simbol kekuatan tradisi dan kebersamaan masyarakat. Dengan tetap menjaga nilai budaya dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, Karangrejo melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.
Sumber: Website Resmi Desa Karangrejo (https://karangrejo.kec-petanahan.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/2/122)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















