SEJARAH

Sejarah Desa Kalibening, Karanggayam, Kebumen: Dari Dua Desa Menjadi Satu Identitas

374
×

Sejarah Desa Kalibening, Karanggayam, Kebumen: Dari Dua Desa Menjadi Satu Identitas

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kalibening, yang berada di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan kaya akan nilai budaya. Desa ini merupakan hasil penggabungan dua desa, yaitu Desa Mirahan dan Desa Jatisawit, yang diperkirakan terjadi pada masa penjajahan sekitar tahun 1942 Masehi.

Nama Kalibening dicetuskan oleh Wangsa Lekasana, terinspirasi dari keberadaan mata air jernih yang mengalir di Pertabatan Pagerjawa. Sebelum penggabungan, Desa Mirahan dipimpin oleh Mbah Mangunreja, meliputi pedukuhan Dk. Siul, Dk. Mirahan, Dk. Siparuk, Dk. Kalipacet, Dk. Kaligending, Dk. Saman, Dk. Semplep, Dk. Kaligua, Dk. Kedung Sempor, Dk. Kedungkidang, Dk. Kedungrandan, Dk. Kedungsalam, Dk. Kedunglumbung, Dk. Sibopong, Dk. Panturan, dan Dk. Kalikukap.

Sementara itu, Desa Jatisawit dipimpin oleh Mbah Wangsasentana, yang wilayahnya mencakup Dk. Wates, Dk. Cengkolak, Dk. Domas, Dk. Jengking, Dk. Seling, Dk. Wadasmalang, Dk. Gajah Putih, Dk. Karangpontang, Dk. Jatisawit, Dk. Karangtengah, Dk. Karangjati, dan Dk. Wates Wetan.

Setiap pedukuhan memiliki cerita unik di balik namanya. Dukuh Mirahan diambil dari tokoh budaya Nyai Mirah, penari Lengger yang dimakamkan di wilayah tersebut. Dukuh Kaligending dikenal karena sebagian warganya menekuni seni gamelan, sedangkan Dukuh Kedungkidang berasal dari tradisi berburu kijang. Dukuh Kedunglumbung menjadi tempat penyimpanan hasil panen pertanian, dan Dukuh Wates menandai batas antara Desa Mirahan dan Jatisawit. Nama Dukuh Gajah Putih konon muncul dari legenda seekor gajah berwarna putih yang pernah berada di sana.

Sejak terbentuk, Desa Kalibening telah dipimpin oleh beberapa kepala desa. Kepala Desa pertama adalah Bapak H. Rusdi (1942-1957), diikuti oleh Bapak Martamiarjo (1958-1966), Bapak Wiryaguna (1967-1970), Bapak Sumeri (1970-1988), Bapak Sunarjo (1989-1998), Bapak Sumedi (1998-2006), Bapak Ritam (2007-2013), Bapak Kasiyo (2014-2019), dan saat ini dipimpin oleh Bapak Usman Maulana untuk periode 2019-2025.

Sejarah Desa Kalibening menjadi cermin perjalanan budaya, sosial, dan pemerintahan lokal yang terus berkembang dari generasi ke generasi, menjadikan desa ini sebagai salah satu pusat sejarah dan identitas masyarakat Karanggayam.

Sumber: kalibening.kec-karanggayam.kebumenkab.go.id


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.