KEBUMEN, Kebumen24.com– Menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kebumen mematangkan berbagai persiapan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Senin (16/3/2026).
Rapat tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan langkah seluruh instansi, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga berbagai lembaga terkait dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Mobilitas masyarakat saat Lebaran meningkat sangat signifikan. Oleh karena itu seluruh pihak harus siap dan bersinergi agar masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Bupati.
Dalam arahannya, Bupati menekankan lima poin utama yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, yakni kesiapan transportasi dan jalur mudik, optimalisasi layanan kesehatan termasuk layanan darurat PSC 119, stabilitas harga dan stok kebutuhan pokok, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, serta menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Jalur Mudik dan Infrastruktur Dipastikan Siap
Sekretaris Daerah Kebumen, Edi Rianto, menjelaskan bahwa Posko Terpadu Angkutan Lebaran akan mulai beroperasi sejak 13 hingga 29 Maret 2026.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 dan 17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 27–28 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif serta memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) portable di tujuh titik strategis.
Selain itu, pemeliharaan jalan kabupaten juga dipercepat melalui penanganan darurat berupa penutupan lubang jalan agar seluruh ruas siap dilalui sebelum masa mudik dimulai.
Sementara itu, proyek pembangunan jalan nasional pada ruas Kebumen–Purworejo–Karangnongko akan dihentikan sementara sejak H-10 Lebaran guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Pos Kesehatan dan Stok Pangan Aman
Dari sisi pelayanan masyarakat, Pemkab Kebumen juga menyiapkan empat Pos Kesehatan Terpadu serta enam Pos Kesehatan di sejumlah destinasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi saat libur Lebaran.
Terkait stabilitas ekonomi, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan di Kebumen dalam kondisi aman dan surplus. Meski terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai, pemantauan pasar terus dilakukan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Operasi Ketupat dan Pos Mudik Inovatif
Komandan Kodim 0709 Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, menyampaikan bahwa situasi wilayah Kebumen saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif.
Pihaknya telah memetakan potensi kerawanan seperti kemacetan lalu lintas maupun kemungkinan bencana alam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, TNI bersama unsur terkait akan melakukan patroli gabungan serta menyiapkan personel pengamanan di berbagai titik.
Sementara itu, Polres Kebumen melalui Operasi Ketupat Candi 2026 akan menyiapkan 11 pos pengamanan dan pos pelayanan bagi pemudik.
Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, menyebutkan bahwa tahun ini juga hadir sejumlah inovasi layanan bagi pemudik.
“Inovasi menarik kami hadirkan melalui layanan hospitality gratis seperti bengkel motor, barber shop, area bermain anak, hingga pojok kopi UMKM di Pos Terpadu Alun-alun Kebumen dan Pos Pelayanan Karanganyar,” jelasnya.
Antisipasi Dampak Geopolitik Global
Selain kesiapan teknis di lapangan, dinamika global juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.
Koordinator Wilayah BIN Kebumen, Andy, mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik internasional, khususnya ketegangan di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat, berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas nasional hingga ke daerah.
Menurutnya, eskalasi konflik dapat memicu fluktuasi harga energi dan bahan pokok yang pada akhirnya berdampak pada masyarakat, terutama saat momentum mudik Lebaran.
“Kondisi global seperti ini tidak bisa dipandang sebagai isu luar negeri semata, karena dampaknya bisa dirasakan masyarakat di daerah, termasuk keluarga pekerja migran asal Kebumen yang berada di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri berbagai unsur pimpinan instansi vertikal dan daerah, mulai dari Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, BPS, hingga Kantor Kementerian Agama Kebumen.
Turut hadir pula para camat, Danramil, Kapolsek se-Kabupaten Kebumen, pimpinan BUMN dan BUMD, Bulog, Hiswana Migas, serta berbagai organisasi relawan seperti PMI, SAR, PHRI, ORARI, RAPI, dan Senkom yang siap bersinergi dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik Lebaran 2026.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















