SEJARAH

Menelusuri Sejarah Desa Glontor: Dari Legenda Mbah Bara hingga Pembentukan Dukuh

310
×

Menelusuri Sejarah Desa Glontor: Dari Legenda Mbah Bara hingga Pembentukan Dukuh

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Glontor, yang berada di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat dengan legenda dan nilai budaya. Berdasarkan catatan sejarah, terbentuknya Desa Glontor tidak lepas dari peran seorang tokoh sakti bernama Mbah Bara pada era Kerajaan Mataram sekitar tahun 1700 Masehi.

Dikisahkan, Mbah Bara melakukan perjalanan menuju Desa Glontor tidak dengan kuda atau berjalan kaki, melainkan menggunakan bekong, sebuah alat penakar beras pada zaman dahulu, melawan aliran sungai hingga sampai ke sebuah genangan sungai yang dikenal sebagai Kedung Lemah. Tanah yang menutup kedung tersebut dinamakan Si Glontor, yang dipercaya menjadi cikal bakal nama Dukuh Glontor dan kemudian menjadi nama desa hingga kini.

Mbah Bara kemudian menetap di Dukuh Siglontor sebelum pindah ke sebelah barat yang kini dikenal dengan Karang Suwung. Dengan kesaktiannya, ia mampu meratakan tanah untuk mendirikan rumah hanya dengan menjejakkan kaki, tanpa alat bantu apapun.

Pada masa penjajahan Belanda, Mbah Bara turut andil dalam perlawanan. Ia mendirikan Karangkendal sebagai tempat mengintai dan mengendalikan wilayah agar pasukan Belanda tidak menembus Glontor. Legenda perjalanan Mbah Bara juga menorehkan berbagai nama tempat yang hingga kini masih digunakan, antara lain:

  1. Ragaina, dari kata gagat rahina yang berarti mendekati pagi.
  2. Jlegong, dari kata terjerembab, sebuah lereng terjal yang dilewati Mbah Bara.
  3. Simelong, dinamai karena cahaya batu yang menyilaukan pandangan.
  4. Glempang, dari kata ngglempang, kayu yang terguling saat Mbah Bara duduk beristirahat.
  5. Kecepit, karena kaki Mbah Bara sempat terjepit di hutan saat perjalanan ke selatan.
  6. Karang Gedang, area yang ditumbuhi pohon pisang.
  7. Paruk, dinamai dari alat penakar beras yang tak sengaja ditendang Mbah Bara.

Sejarah ini menegaskan bahwa nama-nama dukuh di Desa Glontor memiliki akar cerita legendaris yang kaya akan nilai lokal dan budaya. Meski beberapa nama dukuh baru muncul kemudian, cikal bakal desa ini tetap erat kaitannya dengan perjalanan dan kesaktian Mbah Bara.

Desa Glontor bukan sekadar wilayah administratif, tetapi juga simbol dari sejarah, perjuangan, dan legenda yang diwariskan secara turun-temurun.

Sumber: Desa Glontor – Sejarah Desa


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.