KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Ginandong, yang berada di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan penuh nilai perjuangan. Dahulu, wilayah ini dikenal sebagai hutan lebat. Sejarah desa ini bermula pada tahun 1888 ketika seorang tokoh sakti dan bijaksana bernama Mbah Biru datang ke daerah tersebut.
Mbah Biru dikenal sebagai penjaga Regol Keraton Yogyakarta. Pada masa itu, pasukan Belanda datang untuk menangkap Kertanegara. Saat ditanya, Mbah Biru memilih tidak mengungkapkan keberadaan Kertanegara. Namun, Kertanegara secara tak terduga keluar dari persembunyiannya, sehingga keduanya akhirnya ditangkap oleh Belanda.
Di dalam penjara Belanda, Kertanegara mendapat siksaan berat. Karena tidak kuat menahan penderitaan, beliau melarikan diri, meski terluka di kakinya akibat tembakan pasukan Belanda. Beruntung, warga setempat membantu dan menggendongnya hingga ke sebuah hutan yang dikenal sebagai Hutan Keseneng. Di hutan inilah Kertanegara menetap, dan lokasi tersebut kemudian menjadi Dukuh/Dusun pertama Desa Ginandong.
Menariknya, Dukuh pertama ini memiliki tradisi unik dalam memilih pemimpinnya. Kepala desa dipilih langsung oleh para Kuli, yakni pemegang SPPT pada masa itu, dan Desa Ginandong saat itu memiliki 18 Kuli. Mbah Biru, yang menetap di Dukuh Ginandong, dihormati dan dituakan oleh masyarakat karena ilmu dan kebijaksanaannya.
Seiring waktu, Desa Ginandong berkembang menjadi desa mandiri dengan beragam mata pencaharian warganya dan wilayah yang luas. Hingga kini, nama Desa Ginandong tetap melekat sebagai simbol perjuangan dan kebijaksanaan leluhur.
Sumber: Ginandong News – Sejarah Desa Ginandong
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















