KEBUMEN, Kebumen24.com – Lonjakan pernikahan pada bulan Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Kebumen tercatat signifikan. Kementerian Agama Kabupaten Kebumen mencatat sebanyak 1.021 peristiwa nikah hingga akhir bulan Syawal.
Data tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kebumen, Makruf Widodo, pada Jumat, 27 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi terus bertambah hingga penghujung Syawal.
“Tren pernikahan pada bulan ini mengalami peningkatan tajam dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.
Dari total peristiwa tersebut, sebanyak 909 pasangan memilih layanan nikah di luar kantor (bedol), baik dilaksanakan di rumah maupun gedung. Sementara itu, 112 pasangan melangsungkan akad nikah di kantor KUA.
Lonjakan pernikahan terjadi merata di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen. Kecamatan Kebumen menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 124 peristiwa nikah, terdiri dari 110 layanan bedol dan 14 di kantor.
Disusul Kecamatan Sempor dengan 74 pernikahan, Alian 70 pernikahan, serta Ambal sebanyak 67 pernikahan. Kecamatan Karanggayam juga mencatat angka cukup tinggi dengan 60 peristiwa.
Sementara itu, Puring dan Rowokele masing-masing mencatat 50 pernikahan. Kutowinangun mencapai 39 peristiwa, Buayan dan Kuwarasan masing-masing 38, serta Klirong dan Petanahan sama-sama mencatat 45 peristiwa nikah.
Adapun wilayah dengan angka lebih rendah tetap menunjukkan pemerataan layanan, seperti Padureso dengan 14 pernikahan, Bonorowo 11, serta Buluspesantren sebanyak 13 peristiwa.
Mayoritas masyarakat masih memilih akad nikah di luar kantor atau layanan bedol. Hal ini dipengaruhi oleh tradisi keluarga serta keinginan menggelar prosesi sakral di rumah atau gedung pertemuan.
Makruf menyebut, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para penghulu. Mobilitas tinggi serta padatnya jadwal menuntut kesiapan fisik dan manajemen waktu yang baik.
“Kami mengimbau para penghulu tetap semangat, bahkan harus ‘gaspol’ dalam melayani masyarakat. Ini momentum pelayanan terbaik,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kebumen, Anif Solikhin, menegaskan bahwa tingginya angka pernikahan harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang optimal.
Menurutnya, penghulu memiliki peran strategis dalam memastikan setiap pernikahan tercatat secara resmi dan berjalan sesuai ketentuan.
“Ini bukan sekadar layanan administratif, tetapi bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh jajaran tetap menjaga integritas, profesionalisme, serta kesiapan dalam melayani masyarakat di lapangan.
Lonjakan angka pernikahan di bulan Syawal menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KUA. Kemenag Kebumen berharap momentum ini mampu memperkuat kualitas pelayanan publik.
Selain itu, sinergi antarpegawai diharapkan terus terjaga agar seluruh kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara maksimal.
“Pelayanan harus tetap prima meski jadwal padat. Kepuasan masyarakat menjadi prioritas utama,” pungkas Anif.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















