SEJARAH

Legenda Putri Tumenggung hingga Asal-Usul Nama Desa Blengorwetan, Ambal Kebumen

476
×

Legenda Putri Tumenggung hingga Asal-Usul Nama Desa Blengorwetan, Ambal Kebumen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Blengorwetan di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah yang sarat legenda dan nilai budaya. Cerita ini bermula dari masa pemerintahan Kerajaan Mataram, dengan tokoh utama seorang pemimpin wilayah bernama Tumenggung Wirosobo.

Dikisahkan, Tumenggung Wirosobo memiliki seorang putri yang sangat cantik. Meski telah menikah, sang putri belum pernah hidup rukun dengan suaminya. Karena rasa sayang yang besar, Tumenggung selalu mengajak putrinya dalam setiap perjalanan, termasuk saat menghadap Raja Mataram.

Saat berada di hadapan raja, kecantikan sang putri membuat Baginda terpikat. Raja kemudian menanyakan status sang putri, dan Tumenggung menjawab bahwa putrinya masih perawan. Mendengar itu, Raja pun meminangnya.

Namun, setelah Tumenggung kembali ke wilayahnya, seorang penasehat kerajaan mengungkap bahwa putri tersebut sebenarnya sudah menikah. Raja pun murka karena merasa ditipu, lalu memerintahkan seorang senopati untuk mengejar dan membunuh Tumenggung Wirosobo.

Tak lama kemudian, penasehat meluruskan bahwa sang putri memang telah menikah, tetapi belum pernah hidup rukun dengan suaminya. Menyadari kekeliruannya, Raja segera mengirim senopati kedua untuk mencegah pembunuhan tersebut.

Dalam perjalanan, senopati kedua sempat beristirahat di rumah warga dan disuguhi telur angsa dalam jumlah banyak. Setelah melanjutkan perjalanan, ia mendapati bahwa Tumenggung Wirosobo telah lebih dulu terbunuh oleh senopati pertama.

Kedua senopati sempat berselisih, namun akhirnya menyadari bahwa keduanya hanya menjalankan perintah. Lokasi peristiwa itu kemudian dinamakan “Bener”, sebagai simbol bahwa tidak ada pihak yang salah. Wilayah tersebut kemudian berkembang menjadi Desa Benerwetan dan Benerkulon.

Perjalanan berlanjut hingga ke sebuah tempat di mana senopati kedua kembali singgah. Ia melihat banyak induk dan anak angsa (disebut “blengor”). Dari peristiwa itulah muncul nama “Blengor”. Seperti halnya di Bener, wilayah ini kemudian terbagi menjadi Blengorwetan dan Blengorkulon.

Sejarah Kepemimpinan Desa

Secara administratif, Desa Blengorwetan mulai mencatat sejarah kepemimpinan sejak tahun 1900. Kepala desa pertama adalah Wongso Citro yang menjabat hingga tahun 1911. Masa kepemimpinannya diwarnai berbagai tantangan, termasuk kelaparan dan wabah penyakit, namun juga kemajuan di sektor pertanian.

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Wiryo Sumarto (1911–1925), Wongso Sumarto (1925–1935), dan Atmo Sumarto (1935–1945, kemudian berlanjut hingga 1975). Setelah itu, estafet kepemimpinan diteruskan oleh Turiyan (1975–1989), Maryono (1989–1997), Slamet Efendi (1997–2007), hingga saat ini dipimpin oleh Maryoto untuk periode 2019–2025.

Profil dan Kehidupan Masyarakat

Desa Blengorwetan merupakan salah satu dari 32 desa di Kecamatan Ambal, dengan luas wilayah sekitar 134,635 hektare dan ketinggian 7 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini didominasi lahan pertanian, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani.

Berdasarkan data profil desa tahun 2021, jumlah penduduk mencapai 1.767 jiwa, terdiri dari 918 laki-laki dan 849 perempuan.

Adat Istiadat yang Terjaga

Masyarakat Desa Blengorwetan hingga kini masih menjaga tradisi leluhur, di antaranya:

  • Memetri Bumi, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan melalui doa bersama, penyembelihan kerbau, dan pagelaran wayang kulit.
  • Nyadran, tradisi menyambut Ramadan dengan kerja bakti makam dan doa bersama.
  • Tingkeban (tujuh bulanan), ritual bagi ibu hamil usia tujuh bulan dengan berbagai prosesi adat.
  • Kupatan, selamatan usia kehamilan empat bulan sebagai simbol pemberian ruh pada janin.

Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat yang terus dilestarikan secara turun-temurun.

Sumber:
Website resmi Desa Blengorwetan
https://blengorwetan.kec-ambal.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/137


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.