SEJARAH

Jejak Sejarah Desa Banjurpasar: Dari Kisah Tokoh Mataram hingga Bersatunya Empat Wilayah pada 1920

334
×

Jejak Sejarah Desa Banjurpasar: Dari Kisah Tokoh Mataram hingga Bersatunya Empat Wilayah pada 1920

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Banjurpasar di Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang menarik. Berdasarkan kisah para tokoh sepuh desa, terbentuknya Desa Banjurpasar tidak lepas dari perjalanan beberapa tokoh penting yang datang dari wilayah Keraton Mataram serta dinamika pemerintahan desa pada masa lampau.

Legenda desa menyebutkan, sebelum tahun 1920 datang seorang tokoh dari Keraton Mataram bernama R. Ketimenggala. Ia menetap di wilayah Sitiadi dan memiliki seorang putra bernama R. Jayamenggala. Karena pengaruh serta kemampuannya, R. Jayamenggala kemudian diangkat menjadi Kepala Desa Sitiadi hingga akhir hayatnya.

Sepeninggalnya, jabatan tersebut diteruskan oleh putranya, R. Kramantana. Namun dalam perjalanannya, wilayah selatan yang dikenal sebagai Dukuh Kliwonan merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah desa saat itu. Kondisi ini membuat wilayah tersebut memisahkan diri dan mengangkat pemimpin sendiri bernama Sawiraya sebagai kepala desa.

Sementara itu, wilayah Jurutengah juga memiliki kisah tersendiri. Pada suatu masa datang seorang tokoh dari Ambal bernama R. Tirta Dikrama. Ia kemudian mendirikan pemerintahan desa di wilayah tersebut dan menjadi kepala desa pertama.

R. Tirta Dikrama memiliki dua orang istri dan dua putra. Dari istri pertama lahir R. Pawiroyudo, sedangkan dari istri kedua lahir R. Tirta Reja. Dalam perkembangannya, wilayah pemerintahan kemudian dibagi menjadi dua.

R. Pawiroyudo memimpin wilayah bagian barat yang kemudian dikenal sebagai Desa Banjurpasar, sedangkan R. Tirta Reja melanjutkan kepemimpinan di Desa Jurutengah.

Sejarah desa kemudian mencapai titik penting ketika R. Tirto Prawiro, putra dari R. Tirta Reja, memimpin Jurutengah. Dengan pengaruh dan kemampuannya, ia berhasil menyatukan beberapa wilayah, yaitu Kliwonan, Sitiadi, Jurutengah, dan Banjurpasar.

Penyatuan tersebut resmi terjadi pada tahun 1920, dan sejak saat itu wilayah tersebut dikenal dengan nama Desa Banjurpasar.

  1. Tirto Prawiro memimpin desa selama kurang lebih 24 tahun, yakni dari 1920 hingga 1944. Karena faktor usia, ia kemudian menyerahkan jabatan kepala desa dan membuka jalan bagi pemilihan kepala desa pertama secara demokratis.

Dalam pemilihan tersebut, Lasimin Dulahjudi terpilih sebagai Kepala Desa Banjurpasar dan menjabat hingga wafat pada 1982. Setelah itu, jabatan kepala desa sementara dipegang oleh Sekretaris Desa Sumarlan hingga tahun 1985.

Sejak saat itu, kepemimpinan desa terus berlanjut melalui beberapa periode pemilihan kepala desa. Pada 1985, pemilihan dimenangkan oleh M. Solikhin yang menjabat hingga 1993, kemudian kembali terpilih dan memimpin hingga 2001.

Pemilihan berikutnya pada 2001 dimenangkan oleh Surdi Hadi Sumarto yang menjabat hingga 2007. Setelah itu, Suroto terpilih sebagai kepala desa, namun masa jabatannya tidak berlangsung lama karena beliau wafat pada 2008.

Pada tahun yang sama, pemilihan kembali digelar dan dimenangkan oleh Setyo Budi, SH, yang menjabat hingga 2013. Setelah masa jabatannya berakhir, Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjuk Ngajikin sebagai Pejabat Kepala Desa selama dua periode enam bulan. Jabatan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Samiadi hingga akhirnya pada akhir 2017 masyarakat memilih Tasino sebagai Kepala Desa Banjurpasar.

Selain memiliki sejarah panjang, Pemerintah Desa Banjurpasar juga terus melakukan perencanaan pembangunan desa. Hal tersebut dituangkan dalam Peraturan Desa Banjurpasar Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2024.

Peraturan tersebut menjadi dasar penyelenggaraan pembangunan desa selama satu tahun, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pembinaan kemasyarakatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui perencanaan pembangunan tersebut, pemerintah desa memiliki visi “Bersama menuju masyarakat Banjurpasar yang sejahtera, unggul, berdaya, agamis dan berkelanjutan.”

Sejarah panjang Desa Banjurpasar ini menjadi bukti bahwa perjalanan sebuah desa tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat, dinamika pemerintahan, serta semangat kebersamaan warga dalam membangun daerahnya.

Sumber: Website resmi Desa Banjurpasar.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.