KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemandangan penuh kesejukan dan sarat makna persaudaraan tersaji di Alun-Alun Pancasila Kebumen, Jumat pagi (20/3/2026). Di tengah perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, semangat toleransi justru tampak nyata ketika personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kebumen turut mengamankan pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang digelar warga Muhammadiyah.
Sejak pagi, ribuan jamaah Muhammadiyah telah memadati kawasan alun-alun untuk menunaikan Sholat Id yang dimulai pukul 07.00 WIB. Bertindak sebagai imam KH. Alif Muharram, S.Ag., M.Pd., dengan khatib KH. Joko Purnomo, S.M., M.M. Suasana berlangsung khidmat dan tertib.
Di tengah khusyuknya ibadah, kehadiran Banser dengan seragam loreng khas terlihat berjaga di berbagai titik strategis. Mereka bahu-membahu bersama aparat keamanan mengatur arus lalu lintas, menjaga ketertiban, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Ketua PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menjelaskan pengamanan ini merupakan inisiasi PCNU Kebumen sebagai upaya membangun harmonisasi dan sikap tasamuh (toleransi) di tengah perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri.
Sebanyak satu pleton yang terdiri dari 32 personel Banser diterjunkan untuk membantu pengamanan dari unsur sipil. Para personel tersebut bergerak secara sukarela di bawah koordinasi Ketua PC Ansor Kebumen, Amin Mustofa, serta Satkorcab Banser yang dipimpin oleh Gus Aas.
Menurut Imam Satibi, langkah ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa perbedaan dalam penetapan hari raya tidak perlu dipersoalkan. Perbedaan tersebut, jelasnya, berakar dari metode istinbat hukum yang berbeda, yakni metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan metode rukyatul hilal yang digunakan NU dengan kriteria imkanur rukyat MABIMS.
Ia juga menambahkan, berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen di Menara Mercusuar Tanggulangin, posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyat, dengan ketinggian hanya sekitar 1 derajat dan elongasi 6,2 derajat.
Sementara itu, pelaksanaan Sholat Idul Fitri versi pemerintah dan NU dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (21/3/2026) di Masjid Agung Kauman Kebumen, dengan imam KH. Wahib Mahfudz dan khatib KH. Nasirudin Al Mansyur.
Momentum ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan dalam metode ibadah tidak mengurangi esensi persatuan umat. Dari Kebumen, pesan toleransi, persaudaraan, dan harmoni digaungkan untuk Indonesia.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















