KEBUMEN, Kebumen24.com – Setiap desa di Kebumen memiliki kisah sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah Desa Kedungweru yang berada di wilayah barat laut Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Desa ini menyimpan legenda tentang seorang tokoh pejuang sekaligus penyebar agama Islam bernama Kyai Dungkul.
Konon, kisah ini bermula sekitar tahun 1830 M, setelah berakhirnya perang besar antara pasukan pribumi melawan kolonial Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Setelah sang pangeran ditangkap oleh Belanda, sejumlah pengikutnya tercerai-berai dan mencari tempat perlindungan untuk menghindari kejaran penjajah.
Salah satu prajurit setia Diponegoro yang berhasil melarikan diri adalah Kyai Dungkul. Ia kemudian bersembunyi di sebuah wilayah hutan lebat yang dikenal sebagai alas gung liwang-liwung. Kawasan tersebut kala itu masih sangat sepi dan hanya dihuni beberapa orang saja. Lingkungannya dikelilingi aliran sungai dengan beberapa bagian yang dalam atau dalam bahasa Jawa disebut kedung.
Di tempat persembunyian itu, Kyai Dungkul tidak hanya berdiam diri. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki pengetahuan agama Islam yang mendalam. Dengan tekun, ia mulai berdakwah dan mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat sekitar.
Kabar tentang keilmuan Kyai Dungkul pun menyebar dari mulut ke mulut. Semakin lama, semakin banyak warga yang datang untuk belajar agama kepadanya. Dalam bahasa masyarakat setempat, kegiatan menimba ilmu tersebut dikenal dengan istilah “ngangsu kawruh.”
Karena lokasi tempat tinggal Kyai Dungkul berada di sekitar kedung atau bagian sungai yang dalam, masyarakat kemudian menyebut tempat itu sebagai “Kedunging Kawruh”, yang dapat dimaknai sebagai tempat menimba ilmu.
Seiring berjalannya waktu, pengucapan nama tersebut berubah mengikuti dialek masyarakat setempat yang kental dengan logat Banyumasan. Kata Kedunging Kawruh lambat laun disingkat dan berubah menjadi Kedungweru.
Dari situlah kemudian nama Kedungweru digunakan untuk menyebut wilayah tempat Kyai Dungkul dahulu bersembunyi dan berdakwah. Kini, nama tersebut resmi menjadi nama sebuah desa yang berada di ujung barat laut Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.
Legenda ini hingga kini masih diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas sejarah dan budaya Desa Kedungweru.(K24/*).
Sumber: Website Desa Kedungweru
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















