PemerintahanPendidikan

Pemkab Kebumen Cairkan Insentif Tahap I untuk 300 Guru Ngaji

590
×

Pemkab Kebumen Cairkan Insentif Tahap I untuk 300 Guru Ngaji

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan dengan mencairkan insentif tahap pertama bagi 300 guru ngaji di Kabupaten Kebumen. Penyerahan insentif tersebut dilakukan dalam acara Buka Bersama Ulama dan Umaro yang digelar di Pendopo Kabumian Kebumen, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para ulama, kiai, serta tokoh agama yang selama ini berperan penting dalam membimbing masyarakat di tingkat akar rumput.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kebumen, Tjahjo Sambodo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan menjaga keharmonisan hubungan antara ulama dan umaro, sekaligus bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap sektor keagamaan.

“Tahun ini insentif diberikan kepada 300 penerima manfaat yang terdiri dari guru ngaji TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), serta para pengajar di masjid dan musala di seluruh Kabupaten Kebumen,” jelasnya.

Besaran insentif yang diberikan bervariasi, yakni mulai Rp300.000 hingga Rp600.000, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, Pemkab Kebumen berkomitmen untuk terus meningkatkan dan menyamaratakan besaran bantuan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru ngaji dan kiai yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina moral dan akhlak masyarakat.

Menurutnya, keberadaan guru ngaji di desa-desa tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi tempat masyarakat meminta nasihat dan solusi atas berbagai persoalan kehidupan.

“Di desa-desa, panjenengan adalah tempat masyarakat bertanya dan meminta nasihat saat menghadapi persoalan hidup. Dari tangan panjenengan lahir generasi yang berbakti dan bermanfaat bagi bangsa,” ujar Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati juga merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Ia menyebut salah satu capaian penting Kebumen adalah berhasil keluar dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Kebumen berhasil turun sebesar 2,13 persen, yang menjadi penurunan tertinggi di Pulau Jawa.

“Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat, termasuk para ulama yang terus menjaga kerukunan. Kebumen adalah rumah kita bersama, dan kami akan terus berupaya melayani masyarakat sebaik mungkin,” tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan insentif dan bingkisan secara simbolis oleh Bupati Kebumen bersama jajaran Forkopimda kepada perwakilan guru ngaji.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini ditutup dengan tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon, KH Mudhofir. Dalam ceramahnya, mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen tersebut mengajak seluruh hadirin untuk memahami makna syukur secara mendalam.

“Syukur bukan sekadar melafalkan Alhamdulillah, tetapi menyesuaikan perbuatan kita dengan maksud Sang Pemberi Nikmat. Di bulan Ramadan ini, mari kita tingkatkan ibadah agar setelah Ramadan kita menjadi insan yang lebih bertakwa,” pesan KH Mudhofir.

Dengan adanya dukungan insentif ini, diharapkan para guru ngaji di Kebumen semakin bersemangat dalam membina generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan cinta terhadap nilai-nilai keislaman.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com