KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik kehidupan masyarakat yang kini ramai dan berkembang, tersimpan kisah menarik tentang asal-usul Desa Depokrejo, sebuah desa yang berada di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Dahulu, wilayah yang kini menjadi permukiman warga ini konon hanyalah hamparan hutan belantara yang sunyi.
Desa Depokrejo saat ini terdiri dari 3 RW dan 4 pedukuhan, yakni Pedukuhan Pesawahan dan Pedukuhan Susukan di wilayah RW 001, Pedukuhan Depok di wilayah RW 002, serta Pedukuhan Gesikan di wilayah RW 003. Desa ini berbatasan dengan Desa Adikarso, Desa Gesikan, Desa Mengkowo, dan Desa Murtirejo.
Namun siapa sangka, perjalanan sejarah desa ini bermula dari sosok misterius yang identitasnya hingga kini belum diketahui secara pasti.
Awal Mula dari Hutan Belantara
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pada masa lampau wilayah Depokrejo masih berupa hutan lebat. Suatu hari, datanglah seorang pengembara yang belum diketahui asal-usul dan namanya.
Sosok ini dikenal memiliki kegemaran merantau, mengembara, bertapa, serta berguru untuk mencari ilmu dan kesaktian. Ia kemudian membuka hutan tersebut dengan cara membakar pepohonan. Setelah api padam, tersisa sebuah pohon besar yang berdiri kokoh di tengah kawasan itu.
Di tempat itulah sang pengembara kemudian mendirikan sebuah padepokan atau rumah panggung sebagai tempat tinggal sekaligus tempat belajar. Dari sinilah kemudian muncul sebutan “Depok”, yang dalam bahasa Jawa dimaknai sebagai tempat perguruan atau padepokan.
Seiring waktu, wilayah di sekitar padepokan mulai didatangi para pendatang yang kemudian menetap dan membentuk komunitas baru.
Munculnya Tokoh Agama dan Awal Peradaban
Perkembangan wilayah ini semakin terasa ketika datang tokoh agama masa lampau yang dikenal sebagai Kyai Pancabaya dan Kyai Amongraga. Kehadiran para tokoh tersebut diyakini membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat.
Sejak saat itu, kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan mulai tumbuh. Permukiman warga semakin berkembang, hingga akhirnya terbentuk beberapa pedukuhan yang masih dikenal hingga sekarang.
Salah satunya adalah Dukuh Depok, yang diyakini diambil dari nama padepokan pertama yang didirikan di wilayah tersebut.
Asal Nama Pesawahan
Selain Dukuh Depok, terdapat pula Dukuh Pesawahan yang memiliki kisah penamaan tersendiri. Nama ini berasal dari kondisi wilayah yang dahulu memiliki lahan pekarangan luas dengan sumber air melimpah di sekitarnya.
Dalam bahasa Jawa, “sawah” atau “pesawahan” menggambarkan area ladang basah yang cocok untuk pertanian. Karena kondisi alamnya yang demikian, masyarakat kemudian menamai wilayah tersebut sebagai Pesawahan.
Makna Nama Depokrejo
Nama Depokrejo sendiri merupakan hasil kesepakatan masyarakat pada masa awal terbentuknya peradaban di wilayah tersebut.
Kata “Depok” berasal dari bahasa Jawa yang berarti tempat perguruan atau padepokan, merujuk pada tempat bertapa dan belajar yang didirikan oleh sang pengembara misterius.
Sementara kata “Rejo” juga berasal dari bahasa Jawa yang berarti makmur atau sejahtera.
Jika digabungkan, Depokrejo dapat dimaknai sebagai “padepokan yang makmur”, sebuah harapan sekaligus doa agar wilayah tersebut terus berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Kini, Desa Depokrejo telah berkembang menjadi desa yang hidup dengan berbagai aktivitas masyarakat. Meski demikian, kisah tentang sosok pengembara misterius yang membuka hutan hingga lahirnya padepokan pertama tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas desa ini.
Sumber: Website resmi Desa Depokrejo
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















