PERISTIWA

Supir MBG Tabrak Pagar SD dan Mengamuk di Karanggayam, Polisi Ungkap Kronologi

870
×

Supir MBG Tabrak Pagar SD dan Mengamuk di Karanggayam, Polisi Ungkap Kronologi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com– Warga Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, dibuat geger oleh ulah seorang sopir mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG/MBG) yang menabrak pagar sekolah lalu mengamuk saat hendak ditolong, Jumat sore (7/2/2026).

Peristiwa itu terjadi di depan SD Negeri Celapar. Mobil yang dikemudikan pria tersebut mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak gerbang sekolah. Namun bukannya tenang, sang sopir justru mengamuk dan menyerang warga yang berusaha memberikan pertolongan.

PLH Kapolsek Karanggayam, IPDA Samun, menjelaskan kejadian bermula saat mobil SPPG melaju dan menabrak gerbang SD Negeri Celapar, lalu oleng hingga menghantam tanggul di depan sekolah.

“Awalnya itu kecelakaan tunggal di depan SD, menabrak gerbang SD Celapar, kemudian mobil oleng dan menabrak tanggul. Warga hendak membantu, tapi sopir malah mengamuk kepada warga yang ingin menolong,” ujar IPDA Samun.

Menurut pihak kepolisian, sopir tersebut diduga berada di bawah pengaruh obat-obatan. Dari keterangan awal, pelaku disinyalir mengonsumsi obat jenis Mextril.

“Diduga yang bersangkutan dalam pengaruh obat-obatan. Untuk menghindari amuk massa, sopir kami amankan ke Mapolsek Karanggayam, kemudian dikembalikan ke keluarganya,” tambahnya.

Sementara itu, warga setempat, Riyanto, menuturkan sebelum kejadian mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur ke barat. Tak lama kemudian, ia mendapat kabar bahwa sopir tersebut mengamuk di depan sekolah.

“Saya lihat mobil dari arah timur ke barat itu kecepatannya tinggi. Kurang lebih 15 menit kemudian ada yang memberi tahu kalau sopir MBG mengamuk di depan SD. Awalnya nabrak pagar sampai ambruk, roda depan pecah,” kata Riyanto.

Menurutnya, saat warga mencoba menenangkan, pelaku justru memukul dan kembali masuk ke mobil untuk melarikan diri, meski kondisi ban sudah pecah dan kendaraan sulit dikendalikan. Aksi mengamuk berlanjut hingga ke depan kantor desa.

“Dia sempat menggigit jari saya sampai luka, kepala saya juga dipukul pakai kayu. Di depan balai desa dia mengamuk, merobohkan galon, bahkan ada mobil yang dipukul pakai kayu. Akhirnya kami amankan pakai tambang lalu lapor ke polsek,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, satu warga mengalami luka di jari telunjuk saat berusaha menenangkan pelaku. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian berlangsung, sekolah dalam kondisi tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kondisi sopir dan penyebab pasti insiden tersebut.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.