SEJARAH

Sejarah Desa Surotrunan Alian Kebumen, Berawal dari Luka Panah Seorang Bangsawan

428
×

Sejarah Desa Surotrunan Alian Kebumen, Berawal dari Luka Panah Seorang Bangsawan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Surotrunan di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah legenda yang diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh. Cerita ini menjadi bagian penting dari identitas desa sekaligus menjelaskan asal-usul nama Surotrunan yang masih dikenal hingga kini.

Menurut penuturan masyarakat setempat, asal-usul Desa Surotrunan berkaitan dengan perjalanan seorang bangsawan muda dari Keraton Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bernama Raden Suro Taruno. Ia dikenal sebagai sosok pemberani dan disebut-sebut masih memiliki garis keturunan para wali.

Dikisahkan, dalam sebuah perjalanan meninggalkan keraton, Raden Suro Taruno menunggang kuda dengan kondisi perut tertusuk anak panah. Meski terluka parah, ia tetap melanjutkan perjalanan ke arah barat wilayah selatan Pulau Jawa.

Dalam perjalanan itu, darah dari lukanya terus menetes. Ia kemudian beristirahat di kawasan pesisir selatan yang kini dikenal masyarakat sebagai Desa Bocor. Nama tersebut dipercaya berasal dari kondisi lukanya yang “bocor” atau terus mengeluarkan darah.

Perjalanan belum berhenti. Ia kembali bergerak ke arah utara hingga sampai di sebuah tempat di mana luka di tubuhnya mulai membusuk. Dalam bahasa Jawa kondisi itu disebut semu langu. Tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Semelangu atau Somolangu.

Hingga akhirnya Raden Suro Taruno tiba di sebuah wilayah yang kini menjadi Desa Surotrunan. Di tempat inilah ia menetap, membuka pemukiman, serta mengajarkan berbagai ilmu kepada masyarakat, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama.

Kehadirannya membawa perubahan bagi warga sekitar. Ia dikenal sebagai tokoh yang membimbing masyarakat hingga akhir hayatnya. Setelah wafat, ia dimakamkan di wilayah tersebut. Nama Surotrunan sendiri diyakini berasal dari kata yang merujuk pada keturunan atau pengikut Raden Suro Taruno.

Jejak Sejarah Pemerintahan Desa

Selain legenda yang hidup di tengah masyarakat, Desa Surotrunan juga memiliki catatan sejarah pemerintahan desa dari masa ke masa. Sejak awal abad ke-20, kepemimpinan desa telah silih berganti.

Berikut riwayat kepemimpinan di Desa Surotrunan:

  • 1906 – 1945 : H. Fekih
  • 1946 – 1974 : H. Durrohman
  • 1974 – 1981 : Khojin
  • 1981 – 1983 : Wage (Pj)
  • 1983 – 1989 : Dalilan
  • 1989 – 1998 : H. Mukhrisin
  • 1998 – 2006 : Slamet Basri
  • 2006 – 2017 : Khanifudin
  • 2017 – 2018 : Parno
  • 2018 : Teguh (Pj)
  • 2018 – sekarang : H. Edie Surakhman

Sejarah panjang ini menunjukkan bagaimana Desa Surotrunan terus berkembang dari masa ke masa, berawal dari sebuah legenda perjalanan tokoh bangsawan hingga menjadi desa yang tumbuh bersama masyarakatnya saat ini.

Legenda tersebut memang tidak seluruhnya tercatat secara tertulis, namun cerita yang diwariskan para sesepuh masih menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Surotrunan.

Sumber: Website Desa Surotrunan.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.