SEJARAH

Sejarah Desa Krakal di Kebumen Ternyata Sudah Dihuni Sejak 1115 M, Dari Legenda Mbah Salep hingga Pusat Aktivitas Kecamatan

488
×

Sejarah Desa Krakal di Kebumen Ternyata Sudah Dihuni Sejak 1115 M, Dari Legenda Mbah Salep hingga Pusat Aktivitas Kecamatan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Krakal di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Desa yang berjarak sekitar 11 kilometer di utara pusat Kota Kebumen ini diyakini telah dihuni manusia sejak ratusan tahun lalu, bahkan jejaknya diperkirakan sudah ada sejak tahun 1115 Masehi.

Selain dikenal sebagai salah satu desa penting di wilayah Kecamatan Alian, Krakal juga memiliki cerita legenda, peninggalan sejarah, serta perjalanan pembangunan yang terus berkembang hingga saat ini.

Jejak Peradaban Sejak Abad Lampau

Secara geografis, Desa Krakal memiliki luas wilayah sekitar 650 hektare dengan ketinggian antara 40 hingga 100 meter di atas permukaan laut. Wilayahnya terbagi dalam enam pedukuhan dan berada pada posisi strategis karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kecamatan Alian.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, wilayah Krakal telah dihuni sejak sekitar 900 tahun yang lalu. Hal ini diperkuat dengan keberadaan sebuah situs makam kuno bernama Hastana Budha yang berada di RT 01 RW 04 Desa Krakal.

Makam tersebut diyakini sebagai makam keluarga Ki Margodan. Pada gapura makam bahkan tertulis angka tahun 1115 Masehi, yang menjadi salah satu penanda bahwa wilayah ini telah dihuni sejak masa lampau.

Sayangnya, kondisi situs bersejarah tersebut kini mulai mengalami kerusakan. Minimnya perhatian terhadap pelestarian cagar budaya membuat peninggalan penting itu perlahan tergerus waktu.

Legenda Mbah Salep, Tokoh Awal Desa

Selain bukti sejarah, masyarakat juga mengenal kisah tokoh yang dianggap sebagai cikal bakal Desa Krakal, yaitu Mbah Salep yang juga dikenal dengan nama Ki Trukah.

Sekitar tahun 1850, tokoh ini dipercaya mulai merintis kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Kisah tentang Mbah Salep hingga kini masih hidup dalam cerita masyarakat dan menjadi bagian dari identitas sejarah Desa Krakal.

Ikut Mengalami Perjalanan Bangsa

Perjalanan Desa Krakal tidak bisa dilepaskan dari sejarah nasional Indonesia. Pada tahun 1945, masyarakat desa turut merasakan euforia kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun perjalanan bangsa juga membawa berbagai dinamika ke daerah, termasuk peristiwa pergolakan pada tahun 1948 dan 1965 yang turut berdampak pada kehidupan masyarakat desa.

Memasuki era pembangunan, perubahan mulai terasa. Pada tahun 1990 dilakukan pembangunan jalan di wilayah RW 01. Setahun kemudian, listrik mulai masuk ke Desa Krakal dan menjadi titik awal perubahan besar bagi aktivitas masyarakat.

Berbagai program pembangunan kemudian terus berjalan, mulai dari pembangunan jalan desa, program PNPM, hingga kegiatan TMMD yang membantu peningkatan infrastruktur desa.

Pernah Dilanda Bencana, Namun Tetap Bangkit

Seperti banyak wilayah lain di Kebumen, Desa Krakal juga tidak lepas dari bencana alam. Banjir dan tanah longsor beberapa kali terjadi dan sempat merusak rumah warga serta fasilitas desa.

Meski begitu, semangat masyarakat untuk bangkit tetap kuat. Kerja sama antara warga dan pemerintah desa membuat berbagai pembangunan tetap berjalan.

Bahkan pada tahun 2018, Desa Krakal berhasil meraih Juara III Lomba Desa tingkat Kabupaten Kebumen dalam kategori pertanian.

Kepemimpinan Desa dan Pembangunan

Dalam perjalanan pemerintahannya, Desa Krakal telah dipimpin oleh berbagai kepala desa. Pada tahun 2013, pemilihan kepala desa dimenangkan oleh Mugiyono.

Kemudian pada tahun 2019, pemilihan kepala desa kembali digelar dan menghasilkan Agus Parwidi sebagai kepala desa terpilih.

Di bawah kepemimpinan tersebut, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terus digalakkan untuk mendorong kemajuan desa.

Potensi Besar di Sektor Pertanian

Saat ini Desa Krakal dihuni sekitar lebih dari 7.900 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah RW. Mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian, karyawan swasta, serta usaha mandiri.

Sebagian besar wilayah desa merupakan lahan kering, sementara sisanya berupa area persawahan yang produktif. Komoditas pertanian utama di desa ini antara lain padi, jagung, dan kedelai.

Selain itu masyarakat juga menanam berbagai buah-buahan seperti pisang, pepaya, mangga, dan rambutan.

Di sektor peternakan, warga mengembangkan ternak sapi, kambing, dan ayam. Bahkan sebagian masyarakat juga menekuni budidaya ikan, terutama lele.

Desa Bersejarah dengan Masa Depan Cerah

Dengan sejarah panjang yang dimiliki, Desa Krakal bukan hanya sekadar wilayah administratif. Desa ini menyimpan jejak peradaban, kisah legenda, serta semangat gotong royong masyarakat yang terus hidup hingga sekarang.

Pelestarian situs sejarah seperti Hastana Budha diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar warisan masa lalu tetap terjaga. Di sisi lain, penguatan sektor ekonomi, pendidikan, serta pembangunan desa menjadi kunci untuk membawa Krakal menuju masa depan yang lebih maju.

Sumber : https://krakal.kec-alian.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/8/32


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.