KEBUMEN, Kebumen24.com — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat Desa Grogolpenatus, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, kembali menghidupkan Tradisi Ruwahan pada Jumat, 13 Februari 2026. Tradisi ini menjadi ruang akulturasi budaya leluhur yang sarat nilai spiritual, sekaligus perekat kebersamaan lintas generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan bersih-bersih makam dan ziarah leluhur, lalu ditutup dengan malam tirakatan yang digelar Pemerintah Desa setempat. Selain sebagai ikhtiar memperkuat iman dalam menyambut Ramadhan, momentum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi warga dari yang muda hingga sepuh dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Kepala Desa Grogolpenatus, Khoeri Anwar, menegaskan bahwa Ruwahan merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijaga. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa tradisi dan religiusitas dapat berjalan beriringan, sekaligus memperkuat identitas warga di tengah arus perubahan zaman.
“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi sarana membangun kebersamaan dan guyub rukun. Di sini juga kami sampaikan capaian pembangunan desa apa yang sudah berjalan dan apa yang masih berproses,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ruwahan adalah ungkapan syukur yang dirayakan dengan suka cita melalui perpaduan nilai religius dan kearifan lokal. Dengan menjaga tradisi ini, ia berharap seluruh unsur pemerintah desa, lembaga desa, dan tokoh masyarakat tetap kompak menggerakkan pembangunan agar desa kian maju dan berdaya saing.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















