Ekonomi

Hari Pertama Ramadan, Pedagang Bahan Es di Pasar Tumenggungan Kebumen Diserbu Pembeli

717
×

Hari Pertama Ramadan, Pedagang Bahan Es di Pasar Tumenggungan Kebumen Diserbu Pembeli

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Pasar Tumenggungan langsung menggeliat sejak pagi. Deretan lapak bahan es dan takjil tampak dipadati pembeli yang berburu aneka kebutuhan minuman segar untuk persiapan berbuka puasa.

Sejak matahari belum terlalu tinggi, warga sudah berdatangan. Mereka mencari kolang-kaling, dawet, jelly aneka rasa, rumput laut, hingga cincau—bahan-bahan favorit yang selalu hadir di meja berbuka.

Salah satu pedagang, Dewi, mengaku Ramadan menjadi momen paling dinantikan setiap tahun. Bersama sang ibu, ia khusus berjualan bahan es selama bulan puasa. Sementara di hari biasa, keduanya berjualan jenang wacik di lokasi yang sama.

“Biasanya yang paling banyak diburu masyarakat itu kolang-kaling sama bahan es seperti dawet hingga jelly-jelly-an,” ujar Dewi saat ditemui di lapaknya, Sabtu (hari pertama Ramadan).

Menurutnya, kolang-kaling yang ia jual didatangkan dari Medan dan Tasikmalaya. Dalam sekali belanja, Dewi mengambil satu karung kolang-kaling dengan berat sekitar 72 kilogram.

“Sekali beli satu karung, beratnya 72 kilo. Biasanya habis dalam dua sampai tiga hari,” ungkapnya.

Selain kolang-kaling, aneka bahan lain juga laris manis. Mulai dari sari kelapa, agar-agar, mutiara, cincau, hingga bahan kolak. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau: jelly Rp3 ribu per bungkus, kolang-kaling Rp5 ribu per seperempat kilogram, dawet ayu Rp5 ribu per bungkus, dawet pati Rp4 ribu per bungkus, cincau mulai Rp3 ribu hingga Rp12 ribu, rumput laut matang Rp4 ribu per bungkus, dan rumput laut mentah Rp7 ribu per seperempat kilogram.

Dewi menuturkan, antusiasme pembeli di hari pertama Ramadan tahun ini cukup terasa sejak pagi. Meski demikian, ia menilai jumlahnya belum semeriah tahun lalu.

“Alhamdulillah cukup ramai dan antusias dari pagi sudah banyak yang beli. Tapi memang belum seramai tahun lalu. Semoga tahun ini makin banyak yang beli dan semakin laris,” harapnya.

Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman. Aktivitas yang meningkat sejak pagi menjadi tanda bahwa denyut ekonomi rakyat kecil mulai berputar, seiring datangnya bulan penuh berkah. (K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.