PendidikanReligi

Hadiri Khotmil Qur’an dan Imtihan XVIII TPQ Ulil Albab Kebumen, Kemenag Tekankan Tiga Pilar Ahlul Qur’an

629
×

Hadiri Khotmil Qur’an dan Imtihan XVIII TPQ Ulil Albab Kebumen, Kemenag Tekankan Tiga Pilar Ahlul Qur’an

Sebarkan artikel ini
Penyuluh Agama Islam KUA Kebumen, H. Johan Amru, S.Sos.I Al-Hafidz, saat menyampaikan sambutan mewakili Kepala Kemenag Kebumen, menekankan tiga pilar Ahlul Qur’an: membaca, memahami, dan mengamalkan.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti pelaksanaan Khotmil Qur’an dan Imtihan ke-18 TPQ Metode Qiroati Ulil Albab Kebumen, yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026. Ratusan santri bersama wali santri, para asatidz, serta tokoh masyarakat memadati lokasi acara sebagai wujud syukur atas capaian para santri yang telah menuntaskan pembelajaran Al-Qur’an.

Acara ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.Si., yang diwakili oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kebumen, H. Johan Amru, S.Sos.I Al-Hafidz. Turut hadir jajaran Dewan Pembina Ulil Albab, di antaranya KH. A. Nasihudin, KH. Murtaqi, dan H. Solehan, serta Pengurus Yayasan Ulil Albab H. Muhsinul Mubarok.

Hadir pula para pengawas yayasan, yakni KH. A. Tobingi, KH. Drs. Hamid, M.Pd.I, dan H. Eko Sri Gunawan selaku Pengawas PAI SMA/SMK Kebumen. Lengkap pula kehadiran para kepala unit pendidikan Ulil Albab, mulai dari TPQ, Madin, Tahfidz, SMP Islam, SD Islam, TKIT, KBIT, hingga TPA, beserta seluruh asatidz dan asatidzah.

Pada tahun ini, sebanyak 111 santri dinyatakan mengikuti Khotmil Qur’an dan Imtihan XVIII. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen TPQ Ulil Albab dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya mewakili Kepala Kemenag, H. Johan Amru menegaskan Khotmil Qur’an dan Imtihan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti nyata proses pendidikan Al-Qur’an yang dijalani dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan keberkahan.

“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian anak-anak. Anak yang dekat dengan Al-Qur’an, insya Allah akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan tiga pilar utama Ahlul Qur’an yang harus menjadi cita-cita para santri.

Pertama, Tilawatul Lafdzi, yaitu kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf (qira’ah shahihah), dengan sanad guru yang bersambung, sesuai kaidah bahasa Arab, serta menggunakan rasm Utsmani.

Kedua, Tilawatul Ma’na, yakni memahami makna dan kandungan Al-Qur’an melalui tadabbur yang benar dengan bimbingan guru ahli tafsir agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ketiga, Tilawatul Amal, yaitu mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Membaca dan memahami adalah wasilah, sedangkan mengamalkan adalah tujuan utama. Dengan tiga tahapan ini, seseorang insya Allah akan menjadi Ahlul Qur’an,” tegasnya.

Suasana khidmat Khotmil Qur’an dan Imtihan XVIII TPQ Ulil Albab Kebumen, Minggu (8/2/2026). Ratusan santri bersama wali santri memadati lokasi acara sebagai wujud syukur atas capaian belajar Al-Qur’an.

Kepada para santri, ia menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih serta berpesan agar tidak pernah jauh dari Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Sementara kepada para ustadz dan ustadzah, ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan dalam membimbing generasi Qur’ani, seraya berharap semua itu menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Ia pun menegaskan, mereka yang menjadi Ahlul Qur’an akan mendapatkan kemuliaan, baik di dunia, alam barzah, maupun di akhirat kelak.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.