PERISTIWA

Tragedi Buayan: Ibu dan Balita Meninggal Dunia, Anak 8 Tahun Jadi Saksi dan Penyelamat Diri

3276
×

Tragedi Buayan: Ibu dan Balita Meninggal Dunia, Anak 8 Tahun Jadi Saksi dan Penyelamat Diri

Sebarkan artikel ini
FOTO ILSUTRASI MENGGUNAKAN AI

KEBUMEN, Kebumen24.com — Warga Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, digemparkan dengan peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang ibu dan anaknya yang masih balita. Kedua korban ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam rumah mereka pada Selasa (6/1/2026) malam.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui berinisial AA (44) dan anak perempuannya AT (5). Keduanya ditemukan dalam kondisi tergantung tidak bernyawa di kusen pintu rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara itu, anak sulung korban, AZ (8), berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah AZ mendatangi salah satu kerabat untuk meminta pertolongan. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, menjelaskan anak korban sempat berada dalam situasi berbahaya, namun berhasil keluar rumah sebelum kejadian berakhir tragis.

“Anak yang duduk di kelas 2 SD itu selamat. Di lokasi memang sudah disiapkan alat, namun korban selamat berhasil menyelamatkan diri,” ujar Kapolsek, Jumat (9/1/2026).

Setelah keluar rumah, AZ mencari pamannya dan menceritakan kondisi yang ia lihat. Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada persoalan ekonomi dan konflik rumah tangga sebagai pemicu utama. Korban diketahui telah ditinggal suaminya selama kurang lebih dua tahun terakhir.

“Kami menemukan pesan-pesan di ponsel korban yang tidak pernah mendapat balasan. Sehari sebelum kejadian, pesan WhatsApp korban hanya dibaca lalu kontaknya diblokir,” jelas Saebani.

Selain itu, polisi juga menemukan unggahan bernada emosional di akun media sosial yang diduga milik korban, yang mengindikasikan adanya tekanan psikologis berat sebelum kejadian.

Tragedi ini mendapat perhatian serius dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Pada Jumat (9/1/2026), Bupati bersama jajaran dinas terkait mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pendampingan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir agar keluarga tidak merasa sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” ujar Bupati Lilis.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kebumen menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ. Pemerintah daerah juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap dan dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap korban selamat dilakukan dengan pendekatan ramah anak.

“AZ sempat melihat kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwanya. Saat ini ia menunjukkan gejala trauma, seperti ketakutan terhadap orang asing. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi ringan dan permainan,” jelasnya.

Selain trauma healing, UPTD PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak membicarakan ulang peristiwa tersebut di hadapan anak. Pemkab Kebumen memastikan pendampingan lintas sektor akan terus dilakukan untuk menjamin hak pendidikan, kesehatan, dan perlindungan psikososial AZ.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.