Wisata

Serunya Jlegi Fun River, Wisata Air Santai Baru di Aliran Sungai Badegolan

1950
×

Serunya Jlegi Fun River, Wisata Air Santai Baru di Aliran Sungai Badegolan

Sebarkan artikel ini

KUTOWINANGUN, Kebumen24.com — Destinasi wisata baru berbasis alam bertajuk Jlegi Fun River (JFR), hadir sebagai alternatif wisata air di Kabupaten Kebumen. Wisata ini berlokasi di aliran Sungai Badegolan, Desa Jlegiwinangun, Kecamatan Kutowinangun, dan mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Wisata air ini menawarkan konsep rekreasi santai yang ramah keluarga dengan memanfaatkan aliran Sungai Badegolan yang relatif tenang. Pengunjung tidak hanya diajak bermain air, tetapi juga menikmati suasana alam pedesaan yang masih asri dan sejuk.

Sejumlah wahana ditawarkan kepada pengunjung, di antaranya Fun Tubing yakni hanyut menggunakan ban karet dari Bendungan Badegolan hingga titik finis, Fun Cano yaitu mendayung melawan arus menuju bendungan, serta Fun Marine Bridge berupa wahana halang rintang anak-anak di atas jaring untuk menyeberangi sungai.

Ketua Pokdarwis Saka Bumi Desa Jlegiwinangun, Susanto, menjelaskan Jledi Fun River pertama kali dibuka untuk wisata pada 12 Desember 2025. Wisata ini memanfaatkan aliran Sungai Badegolan yang melintasi Desa Jlegiwinangun dan dikelola langsung oleh Pokdarwis setempat yang mayoritas diisi oleh para pemuda desa.

“Jlegi Fun River ini kami kelola dengan konsep eco tourism, jadi tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga ada edukasi cinta lingkungan, khususnya menjaga kebersihan sungai dari sampah,” ucapnya, Minggu (4/1/2026).

Ia menambahkan, wisata air ini lebih cocok untuk wisata santai keluarga karena karakter sungainya relatif tenang dan tidak memiliki tantangan adrenalin yang membahayakan.

Lintasan wisata ini menyusuri Sungai Badegolan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Untuk harga tiket, pengelola membanderol mulai Rp10 ribu bagi pelajar dan Rp15 ribu untuk umum. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas parkir gratis, dokumentasi, serta minuman es degan gratis bagi pengunjung.

“Harga tiket masih cukup terjangkau, per orang yakni Fun Tubing Rp25 ribu, Fun Cano Rp30 ribu, dan Fun Marine Bridge Rp15 ribu. Khusus pelajar mendapat potongan harga Rp5 ribu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susanto menyebut konsep eco tourism juga diterapkan melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Mulai dari penyediaan es degan yang melibatkan petani kelapa setempat, hingga stan kuliner yang diisi warga desa yang menjual aneka camilan hingga makanan berat.

“Sejak pertama buka, Alhamdulillah antusias masyarakat sangat baik. Setiap hari selalu ada kunjungan, dan puncaknya saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin bisa mencapai 150 hingga 200 pengunjung per hari. Kebanyakan dari luar kota, seperti Wonosobo, Yogyakarta, Cilacap, sampai Banyumas,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengembangan Jledi Fun River tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata semata, tetapi juga diarahkan untuk mendorong partisipasi aktif warga desa dalam pengelolaan wisata serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya, wisata ini bisa memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian Desa Jlegiwinangun. Ke depan kami akan terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas agar bisa menjadi salah satu destinasi favorit di Jawa Tengah bahkan nasional,” pungkasnya.

Salah satu wisatawan asal Kecamatan Alian, Rahmah Wahyuni atau Ara, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan wisata baru di Kebumen tersebut.

“Sengaja datang pas hari Minggu karena libur kerja, pengin seru-seruan bareng teman-teman. Tadi nyobain Fun Tubing, seru banget, airnya segar, suasananya juga masih asri dan sejuk. Cocok buat liburan santai bareng keluarga maupun teman,” ujarnya. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.