SIDOARJO, Kebumen24.com – Sudah sepekan sejak musibah robohnya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9/2025). Proses evakuasi masih terus berlangsung dengan duka mendalam. Hingga Minggu (5/10/2025) malam, jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang, sementara delapan korban di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat terus berjibaku mengangkat puing-puing bangunan. Alat berat seperti crane, eskavator, dan breaker dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun.
“Pada hari ketujuh, tim berhasil mengevakuasi 27 korban meninggal dunia, termasuk lima bagian tubuh (body part). Proses evakuasi masih berlanjut dan kami fokus membersihkan sisi utara bangunan yang runtuh,” jelas Direktur Operasi Basarnas, Laksamana TNI Yudhi Bramantyo.
Puing 75 Persen Terangkat
Sepekan setelah tragedi, sekitar 75 persen puing bangunan mushala telah berhasil diangkat. Namun, sektor A2 yang terhubung dengan bangunan pondok lain belum maksimal dievakuasi. Proses dilakukan sangat hati-hati untuk menghindari risiko keruntuhan lanjutan.
“Kami tetap memprioritaskan keselamatan. Jangan sampai pengangkatan puing justru merusak bangunan lain yang masih berdiri,” tambah Bramantyo.
Hingga kini, tercatat total korban yang terevakuasi sebanyak 157 orang. Dari jumlah tersebut, 104 korban selamat, sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Sementara itu, 53 orang meninggal dunia dengan kondisi sebagian sudah tidak utuh.
Korban yang Teridentifikasi
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur juga bekerja keras melakukan identifikasi korban melalui sidik jari dan data medis. Dari 53 korban meninggal, delapan orang telah teridentifikasi, yakni:
- Maulana Ibrahimific (15), warga Bangkalan berdomisili Surabaya
- Mashudul Haq (14), asal Surabaya
- Muhammad Sholeh (22), asal Bangka Belitung
- Rafi Catur Okta Mulya (17), warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya
- Mochammad Agus Ubaidillah (14), warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya
- Firman Nur (16), warga Tembok Lor, Surabaya
- Muhammad Azka Ibadurrahman (13), warga Kenjeran, Surabaya
- Daul Milal (15), warga Sidokapasan, Surabaya
Evakuasi Terus Diperpanjang
Basarnas menegaskan operasi evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Jika diperlukan, masa pencarian juga akan diperpanjang.
“Kami akan tetap bekerja 24 jam penuh sampai benar-benar yakin tidak ada korban yang masih tertimbun. Prinsipnya, semua korban harus ditemukan,” ujar Bramantyo.
Di sisi lain, keluarga korban yang sejak awal memenuhi posko mulai berkurang, seiring sebagian jenazah telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan. Meski begitu, suasana duka masih menyelimuti kawasan pondok pesantren dan sekitarnya.
Tragedi robohnya mushala Ponpes Al Khoziny menjadi salah satu peristiwa paling memilukan di Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir. Harapan besar kini tertuju pada kelancaran evakuasi dan pemulihan bagi para korban selamat.(K24/*).
Sumber:Kompas.com
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















