PERISTIWA

Pergi Mencari Rumput, Warga Srati Ayah Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan

1899
×

Pergi Mencari Rumput, Warga Srati Ayah Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan dari Polsek Ayah, Koramil, dan Inafis Polres Kebumen melakukan olah TKP penemuan mayat di kawasan hutan Perhutani, Desa Ayah.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana tenang di kawasan hutan Perhutani, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kebumen, mendadak berubah menjadi geger pada Senin pagi (6/10/2025). Seorang warga bernama Saeni (64), wiraswasta asal Dusun Karangtengah, Desa Srati, ditemukan tidak bernyawa saat tengah mencari rumput.

Penemuan ini sontak mengejutkan warga sekitar. Pasalnya, sehari-hari korban dikenal sebagai sosok pekerja keras, rajin, dan masih aktif menjalani rutinitas. Meski begitu, kondisi kesehatannya belakangan diketahui tidak sepenuhnya baik.

Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, menjelaskan bahwa sekitar pukul 07.30 WIB korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput seperti biasanya. “Sebelum berangkat, korban sempat berobat, kemudian melanjutkan aktivitas rutinnya mencari rumput,” jelas Kompol Faris.

Dalam perjalanan menuju hutan, korban sempat berpapasan dengan seorang warga bernama Sakiyah (72), yang juga hendak mencari rumput. Namun, korban memilih berjalan lebih dahulu. Tak lama berselang, sekitar pukul 08.00 WIB, Sakiyah menyusul dan mendapati korban sudah tergeletak tidak bergerak di antara rerumputan.

Kaget dengan temuan itu, Sakiyah segera meminta pertolongan kepada warga lain, termasuk Tuminah (55), yang kebetulan sedang berada tak jauh dari lokasi. Meski sudah berusaha membangunkan korban, nyawa Saeni tak tertolong. Mereka pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, hingga akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, tim gabungan dari Polsek Ayah, Polairud Polres Kebumen, Koramil Ayah, Inafis Polres Kebumen, serta tenaga medis dari Puskesmas Ayah 1 langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat korban meninggal dunia karena sakit,” tegas Kompol Faris.

Petugas Inafis juga mencatat sejumlah barang pribadi korban yang ditemukan di sekitar jasadnya. Di antaranya sebilah celurit yang terletak sekitar dua meter dari posisi tubuh korban, sebungkus rokok berisi empat batang, sebuah korek api berwarna biru, serta uang tunai sebesar Rp89.000. Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik coklat, kaus hijau, celana panjang biru dongker, dan sepatu karet putih.

Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Ayah 1 memastikan tidak ada luka akibat benda tajam, tumpul, maupun jeratan. Polisi pun menegaskan bahwa kejadian ini murni peristiwa kematian mendadak akibat faktor kesehatan, bukan tindak pidana.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Srati untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti rumah duka. Pihak kepolisian bersama perangkat desa juga turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

“Kami dari Polres Kebumen memastikan penanganan sudah sesuai prosedur. Kami turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ungkap Kompol Faris.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya mereka yang sering beraktivitas di hutan atau area terpencil. Polisi mengimbau warga untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berangkat bekerja, serta tidak memaksakan diri jika tubuh sedang kurang fit.

Selain itu, warga disarankan agar tidak beraktivitas sendirian di hutan. Dengan adanya pendamping, potensi risiko yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.

Di wilayah pedesaan Kebumen, peristiwa meninggal mendadak seperti ini bukanlah yang pertama. Sebagian besar disebabkan oleh kondisi kesehatan yang tidak terdeteksi sebelumnya. Karena itu, peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam menjaga kesehatan lansia sangatlah penting.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.