Pendidikan

SD Negeri 1 Kuwayuhan Sukses Jalankan Program Inovatif “Pejagoan Asri”

2979
×

SD Negeri 1 Kuwayuhan Sukses Jalankan Program Inovatif “Pejagoan Asri”

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas 6 antusias memamerkan hasil karya daur ulang dalam pameran mini program “Pejagoan Asri”.

KEBUMEN, Kebumen24.com – SD Negeri 1 Kuwayuhan sukses melaksanakan program inovatif bertajuk “Pejagoan Asri”, sebuah Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari pelatihan pengelolaan pembelajaran mendalam. Program ini digagas oleh Kepala Sekolah, Sarip Hidayat, S.Pd.SD., M.M., sebagai upaya mentransformasi praktik pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Program “Pejagoan Asri” berlandaskan siklus Inkuiri Kolaboratif, sebuah pendekatan sistematis yang menekankan peningkatan kompetensi guru dan hasil belajar siswa. Nama “Pejagoan Asri” sendiri merupakan akronim dari Pelatihan, Jejaring Kolaborasi, Aksi, Refleksi, dan Inovasi.

“Program ini bukan sekadar RTL pelatihan, tetapi perjalanan kolaborasi yang mengubah pola pikir kami dalam mengelola pembelajaran,” ujar Sarip Hidayat.

Pelaksanaan program ini dibagi dalam tiga tahapan, yaitu:

  1. Persiapan dan Perancangan (Assess & Design): Dimulai dengan sosialisasi pada 28 Juli 2025. Guru menyusun proyek sederhana yang terintegrasi dengan delapan profil lulusan.
  2. Praktik di Kelas (Implement): Guru melaksanakan proyek di kelas masing-masing mulai 27 Agustus hingga 23 September 2025 dengan pendampingan tim pelaksana.
  3. Evaluasi dan Refleksi (Measure, Reflect & Change): Ditutup dengan pameran mini karya siswa serta sesi refleksi bersama untuk mengevaluasi dampak program.

Beragam karya kreatif lahir dari program ini. Mulai dari “Album Hewan Peliharaanku” di kelas 1, hingga “Inovasi Daur Ulang: Dari Sampah Jadi Karya” di kelas 6, termasuk pada mata pelajaran PAI-BP dan PJOK. Proyek-proyek tersebut terbukti mampu menumbuhkan penalaran kritis, kreativitas, serta kemandirian siswa.

“Para guru yang awalnya ragu, kini berani mencoba hal baru. Jejaring kolaborasi ini nyata terbentuk,” tambah Sarip.

Berdasarkan laporan, tingkat keberhasilan program mencapai 98%. Meski begitu, masih ada tantangan dalam aspek kemandirian siswa. “Beberapa siswa membutuhkan dorongan lebih, tapi ini menjadi evaluasi berharga untuk perbaikan ke depan,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, SD Negeri 1 Kuwayuhan berkomitmen menjadikan pembelajaran berbasis proyek sebagai budaya sekolah. Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi, tidak hanya antar guru, tetapi juga dengan orang tua, komunitas, dan masyarakat.

Harapannya, program ini mampu mencapai tujuan utama, yaitu:

  • Meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berbasis pembelajaran mendalam.
  • Mendorong praktik inovatif di kelas.
  • Menghasilkan produk belajar yang dapat dipresentasikan siswa.(K24/*).

Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.