KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Putra Bangsa (UPB) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) mengambil langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Polres Kebumen dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Kebumen, sekaligus seminar bertema “Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus”.
Acara tersebut dihadiri jajaran Polres Kebumen, Dinas Sosial P3A, Rektor UPB, para dosen, mahasiswa, serta civitas akademika lainnya. Kegiatan berlangsung di Aula Kampus setempat, Kamis, 7 Agustus 2025.
Ketua Satgas PPKPT UPB, Dr. Sulis Riptiono, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan kekerasan seksual masih menjadi isu serius di dunia pendidikan tinggi.
“Menurut data Komnas HAM, sebanyak 37 persen kasus kekerasan terjadi di lingkungan kampus. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk memastikan mahasiswa merasa aman dan terlindungi, kami menggandeng pihak kepolisian dan Dinas Sosial,” ungkapnya.
Sulis menambahkan bahwa kekerasan seksual tidak hanya berupa pelecehan fisik, tetapi juga bullying secara verbal maupun psikis. “Satgas PPKPT hadir tidak hanya untuk penanganan kasus, tetapi juga pencegahan melalui edukasi,” tegasnya.
Rektor UPB, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam melawan kekerasan di lingkungan akademik.
“Bullying dan kekerasan sering kali terjadi tanpa disadari, termasuk intoleransi atas dasar suku, agama, atau pandangan. Satgas PPKS kini telah berkembang menjadi Satgas PPKPT dengan lingkup yang lebih luas,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Sosial P3A, Julin, S.STP., M.Si., juga menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kasus kekerasan dapat terjadi di mana saja, bahkan di lingkungan yang dianggap aman.
“Kerja sama dengan perguruan tinggi dan kepolisian sangat penting agar penanganan kasus tidak berhenti di tahap asesmen, tetapi tuntas hingga akhir,” ucapnya.

Kabag Operasi Polres Kebumen, AKBP Setiyoko, S.H., M.A.P., yang hadir mewakili Kapolres Kebumen, mengapresiasi langkah UPB.
“Pencegahan kekerasan di kampus bukan hanya urusan internal, tetapi menyangkut masa depan generasi muda. Keamanan dan kenyamanan menjadi kunci lahirnya SDM unggul,” katanya.
Usai MoU, kegiatan dilanjutkan dengan seminar “Peran Aktif Mahasiswa dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi”, menghadirkan Gustina Linda, S.Sn., M.Hum., dosen Telkom University Purwokerto, sebagai narasumber.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita harus menciptakan lingkungan kampus yang aman demi kehidupan akademik yang bermartabat,” pesannya.
Kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, kepolisian, dan dinas sosial ini diharapkan mampu menjadikan UPB sebagai kampus yang benar-benar bebas dari kekerasan, sekaligus menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















