KEBUMEN, Kebumen24.com — Kabupaten Kebumen kembali menjadi sorotan dunia dengan sukses menyelenggarakan The 6th Geotourism International Conference, di Trio Azana Style Hotel Kebumen, Kamis 10 Juli 2025. Konferensi bertema “Discover Geological Wonders: Promoting Geotourism and Resilience” ini dihadiri para tokoh nasional hingga internasional, menegaskan Kebumen sebagai pusat geowisata berkelas dunia.
Acara ini dihadiri Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas Sukmo Harsono, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, Direktur Sumber Daya Mineral dan Pertambangan Togu Pardede, Dirut Badan Otorita Borobudur Agustin Praminangin, Ketua Jaringan Geopark Indonesia M. Farid Zaini, hingga Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah dr. Faiz Alaudin Reza Mardhika.
Dari mancanegara, hadir Vice President Global Geopark Network (GGN) Prof. (Em. UKM) Dato’ Ibrahim Komoo (Malaysia), Dr. Jaruwan Daengbuppha (Thailand), Dr. Soojae Lee (Korea Selatan), serta President Director PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah dalam sambutannya mengaku bangga atas kepercayaan menjadikan Kebumen sebagai tuan rumah. Menurutnya, Geopark Kebumen bukan sekadar keindahan alam, tetapi warisan geologi yang sarat nilai budaya, ilmu pengetahuan, dan keanekaragaman hayati.
“Geopark Kebumen adalah anugerah Tuhan bagi masyarakat. Ini amanah besar yang harus dijaga, bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” tegas Zaeni.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan geowisata yang tidak hanya eksploratif, tetapi juga edukatif dan berorientasi mitigasi bencana, demi mendukung ekonomi lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sebagai pembicara utama, Prof. Dato’ Ibrahim Komoo memaparkan tema “Building Resilience through Geotourism: Leveraging Natural Wonders for Disaster Mitigation and Recovery”. Menurutnya, geowisata adalah strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat kapasitas lokal, serta mengurangi risiko bencana.
Sementara Dr. Soojae Lee mengulas pentingnya menjaga warisan geologi melalui tema “Geoheritage Preservation: Safeguarding Earth’s Geological History for Future Generations”. Ia menekankan perlunya riset, pelibatan komunitas, dan pendekatan lintas budaya agar geopark tetap lestari.
Pembicara lainnya, dr. Faiz Alaudin Reza Mardhika, menyoroti geopark sebagai media edukasi lintas sektor dan diplomasi budaya. Ia menyebut geopark mampu memperkuat identitas lokal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain sesi presentasi ilmiah, para peserta juga dijadwalkan melakukan field trip ke berbagai situs geologi unggulan di Kebumen, mulai Karangsambung hingga Karangbolong, untuk merasakan langsung keajaiban alam yang menjadi daya tarik utama.
Konferensi internasional ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret, memperluas jejaring, serta memunculkan inovasi pengembangan geowisata berbasis sains, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan kesuksesan acara ini, Kebumen semakin menegaskan diri sebagai destinasi geowisata global yang tidak hanya memikat, tetapi juga berkomitmen pada visi pembangunan berkelanjutan. Dari Karangsambung hingga Karangbolong, Kebumen kini mantap berbicara di panggung dunia.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















