Pemerintahan

Bupati Lilis Nuryani Luncurkan Gerakan GENTING: Orang Tua Asuh Stunting, Wujud Kepedulian untuk Masa Depan Kebumen

1117
×

Bupati Lilis Nuryani Luncurkan Gerakan GENTING: Orang Tua Asuh Stunting, Wujud Kepedulian untuk Masa Depan Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Bupati Kebumen Lilis Nuryani secara resmi meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING) pada kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Pendopo Kabumian, Selasa, 20 Mei 2025. Program ini menjadi langkah inovatif sekaligus ajakan moral kepada seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekda Edi Rianto, pimpinan OPD, camat, BUMD, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan ini menandai komitmen kuat Pemkab Kebumen dalam menjawab tantangan stunting secara sistematis dan terukur.

“Menurunkan stunting bukan hanya urusan pemerintah, ini adalah tanggung jawab kita semua. Karena yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak Kebumen,” tegas Bupati Lilis dalam sambutannya.

Target Nasional, Aksi Daerah

Merujuk Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, target nasional prevalensi stunting ditetapkan sebesar 18% pada 2025. Bupati menegaskan, Kebumen siap menjadi daerah kontributor utama dengan target yang bahkan bisa melampaui angka nasional.

Dalam kerangka RAN-PASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting), Bupati menjelaskan tiga pendekatan utama:

  1. Intervensi dari Hulu: Edukasi dan pendampingan sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

  2. Penguatan Lintas Sektor: Kolaborasi antara kecamatan, desa, puskesmas, PKK, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.

  3. Intervensi Gizi Terpadu: Tidak hanya pemberian makanan tambahan, tetapi juga perbaikan sanitasi, akses air bersih, serta dukungan sosial bagi keluarga rentan.

GENTING: Gerakan Orang Tua Asuh Stunting

Program unggulan yang diluncurkan hari itu adalah GENTING, singkatan dari Gerakan Orang Tua Asuh Stunting. Melalui program ini, siapa pun dapat berperan sebagai orang tua asuh bagi ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita dari keluarga berisiko stunting.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, mari ambil bagian. Jadilah orang tua asuh. Satu langkah kecil dari kita, bisa mengubah masa depan satu generasi,” ajak Bupati.

SPGDT: Respon Cepat Gawat Darurat Terintegrasi

Tak hanya soal pencegahan stunting, Pemkab Kebumen juga meluncurkan sistem SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu). Sistem ini mengintegrasikan layanan ambulans, ketersediaan tempat tidur, kantong darah, hingga rujukan antar rumah sakit demi memastikan masyarakat mendapatkan layanan darurat secara cepat dan menyeluruh.

“SPGDT adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan layanan kesehatan yang responsif dan terkoordinasi,” tambahnya.

Stunting: Ancaman Nyata bagi SDM Bangsa

Kepala Dinas Kesehatan PPKB, dr. Iwan Danardono, menambahkan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga perkembangan otak dan prestasi anak di masa depan.

“Anak stunting rentan terhadap penyakit, kesulitan belajar, bahkan risiko obesitas di masa dewasa. Ini ancaman serius bagi kualitas SDM Indonesia, khususnya Kebumen,” jelasnya.

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat 19,8%. Di Jawa Tengah 17,1%, sementara di Kabupaten Kebumen telah turun signifikan menjadi 9,17%, berdasarkan data e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.