KEBUMEN, Kebumen24.com – Kompleks Mexolie di Kebumen menyimpan jejak sejarah yang begitu kaya dan beragam, membentang dari masa kerajaan kuno hingga era kemerdekaan dan tokoh-tokoh militer modern.
Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0709 Kebumen, Letnan Kolonel Czi Ardianta Purwandhana, saat mengajak mengajak sejumlah awak media untuk menelusuri kembali peninggalan bersejarah yang tersembunyi di kompleks tersebut, Jumat 30 Mei 2025. Menurutnya, tempat ini tidak hanya menyimpan kisah masa lalu, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang Nusantara.
Salah satu peninggalan paling bersejarah di kompleks Mexolie adalah Situs Pertabatan Ratu Panjer Nagari. Tempat ini dulunya di akui menjadi pusat pertemuan para raja dan tokoh penting kerajaan dengan penguasa Panjer di Pendopo Agung Panjer.
Di sinilah tercatat berbagai pertemuan bersejarah antara tokoh legendaris seperti Maha Patih Gajah Mada dan Raden Putra dari Kerajaan Majapahit, Wali dari Kerajaan Demak yang membawa Islam, hingga Susuhunan Agung Hanyakrakusuma yang memimpin perlawanan Mataram terhadap VOC.
Tak hanya itu, situs ini juga menyimpan kisah pangeran-pangeran nasional seperti Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Diponegoro yang pernah singgah di Panjer dalam perjuangan mereka melawan penjajah. Bahkan, tokoh militer modern seperti Mayjen TNI Purn. Kivlan Zein dan Letjen TNI Purn. Prabowo Subianto turut tercatat dalam perjalanan sejarah di wilayah ini. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Panjer bukan sekadar tempat biasa, melainkan titik pertemuan antara berbagai lapisan sejarah Indonesia.
Situs Pamoksan Maha Patih Gajah Mada, salah satu yang paling sakral di kawasan ini, dipercaya sebagai tempat moksa atau peralihan spiritual Maha Patih Gajah Mada dan Kuwu Panjer. Konsep moksa menggambarkan pengorbanan tertinggi mereka demi kepentingan bangsa dan kerajaan.
Letkol Ardianta menjelaskan, “Panjer Nagari berdiri sebagai kerajaan mandiri, bagaikan pulau di tengah samudra kekuasaan Majapahit dan Pajajaran.” Kedekatan sejarah Gajah Mada dan Kuwu Panjer ini menjadi bukti kuat betapa pentingnya Panjer dalam sejarah Nusantara.
Selain itu, Kompleks Mexolie juga menyimpan rumah kelahiran tokoh besar Sumitro Djojohadikusumo, sang begawan ekonomi Indonesia yang lahir pada 29 Mei 1917. Rumah ini milik Margono Djojohadikusumo, ayah Sumitro, yang juga merupakan pejabat Volkscredietwezen dan Ketua Budi Utomo Cabang Kebumen.
Kisah kelahiran Sumitro begitu menarik; bayi yang awalnya dianggap meninggal akhirnya menangis keras setelah tiga jam, menandakan perjalanan hidupnya yang luar biasa. Sumitro bukan hanya figur penting dalam perekonomian nasional, tapi juga ayah dari Presiden Republik Indonesia ke-8, Jenderal Prabowo Subianto.
Letnan Kolonel Czi Ardianta Purwandhana menegaskan pentingnya melestarikan situs dan monumen bersejarah di Kompleks Mexolie sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi muda.
“Melalui pelestarian ini, kita dapat menghargai dan memahami perjalanan panjang bangsa kita, dari kerajaan hingga era modern, yang semuanya berakar di tanah Kebumen,” ujar Dandim.
Kompleks Mexolie kini bukan sekadar tempat bersejarah, melainkan saksi bisu perjuangan dan dedikasi para pendahulu yang membentuk identitas bangsa. Menguak kembali jejak sejarah ini, sekaligus mengingatkan kita akan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kecintaan terhadap tanah air.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















