KEBUMEN, Kebumen24.com – Kapolres Kebumen, AKBP Eka Basith, menegaskan sikap kepolisian dalam menanggapi berbagai isu yang tengah memanas di masyarakat. Dua kasus yang menjadi sorotan, yakni dugaan aksi teror kebakaran di Kuwarasan dan penganiayaan kucing yang viral di media sosial.
Hal itu disampaikan saat menggelar acara ramah tamah bersama awak media di Rumah Makan Sop Arie II, Selasa 18 Februari 2025. Kegiatan turut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Kebumen serta para jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen,
Kapolres menegaskan bahwa transparansi dan klarifikasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat. Salah satu isu yang sempat menimbulkan keresahan adalah kebakaran gubuk di Kecamatan Kuwarasan, yang disebut-sebut sebagai bagian dari aksi teror. Kapolres membantah dugaan tersebut dan memastikan bahwa insiden itu bukanlah tindakan kriminal yang disengaja.
“Kemarin ramai di media sosial, ada narasi yang menyebut ini aksi teror. Setelah saya cek langsung ke lokasi di Desa Madureso, Tambaksari, dan berbincang dengan Ketua RW setempat, tidak ada indikasi kesengajaan. Ini murni musibah,” ujar AKBP Eka Basith.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada unsur lain yang mencurigakan. Kapolres juga menegaskan bahwa situasi di Kuwarasan tetap aman dan kondusif.
Selain isu kebakaran, publik juga dibuat geram dengan video viral yang menunjukkan aksi kekerasan terhadap seekor kucing di Pasar Wonokriyo, Kecamatan Gombong. Dalam rekaman tersebut, seorang pria berkaos hitam terlihat menangkap kucing liar dan membenturkannya berulang kali ke gerobak dagangan. Aksi ini baru terhenti setelah seorang pria lain berkaos putih datang dan menyelamatkan kucing tersebut.

Menanggapi insiden ini, Kapolres menegaskan bahwa kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan pelaku untuk diperiksa lebih lanjut.
“Barusan saya dapat laporan dari Kapolsek Gombong, pelaku sudah diamankan. Sementara itu, kucing yang menjadi korban masih dalam pencarian karena merupakan kucing liar yang kemungkinan melarikan diri ke area pasar. Saya sudah instruksikan agar kucing itu ditemukan dan diberikan perawatan medis,” jelasnya.
Kapolres juga menekankan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga ketertiban masyarakat, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan hewan.
“Polisi bukan hanya melindungi manusia, tetapi juga makhluk hidup lainnya. Kami tidak mentoleransi kekerasan terhadap hewan. Kasus ini mendapat perhatian luas dari pemerhati satwa dan masyarakat, dan kami akan menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Kapolres mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa hoaks dan spekulasi liar dapat memperkeruh suasana serta menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Jika ada informasi yang meresahkan, silakan tanyakan langsung kepada pihak berwenang atau konfirmasi melalui media yang kredibel,” pungkasnya.
Dengan adanya forum seperti ini, Kapolres berharap hubungan antara kepolisian dan media semakin erat dalam menyampaikan informasi yang akurat, seimbang, dan menyejukkan publik.(K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















