Ekonomi

Jelang Idul Adha, Perajin Pandai Besi di Kebumen Ramai Pesanan Pembuatan Golok

2326
×

Jelang Idul Adha, Perajin Pandai Besi di Kebumen Ramai Pesanan Pembuatan Golok

Sebarkan artikel ini
Foto : para perajin Pandai Besi yang berada di dukuh Wanalela Desa Purwodeso Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, Jumat 31 Mei 2024 (Sumber Istimewa).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Jelang hari raya Idul Adha 1445 H, mendatangkan berkah tersendiri bagi para pengrajin pandai besi di Kebumen. Pasalnya, banyak datang pesanan untuk pembuatan alat penyembelihan hewan kurban, mulai dari Golok hingga Pisau pemotong daging.

Seperti yang dialami para perajin Pandai Besi yang berada di dukuh Wanalela Desa Purwodeso Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, Jumat 31 Mei 2024. Mereka yang tengah disibukkan melayani pembuatan peralatan alat penyembelihan hewan kurban dan juga pisau pengolahan daging.

Dalam prosesnya, bahan utama pembuatan berasal dari besi besi bekas yang dibakar dan dibentuk dengan cara dipukul menjadi berbagai macam peralatan untuk penyembelihan hewan kurban.

Salah satu perajin pandai besi Hasim Siahaan mengaku sudah banyak pesanan untuk pembuatan golok dan juga pisau daging. Pesanan yang datang pun dari berbagai daerah dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 450 ribu.

” Ya jelang idul adha ini untuk pesanan sudah mencapai 300 biji, pesanan ya dari kebumen aja ya ada yang online online gitu lah, pesanan ada dari Jakarta dan daerah-daerah pulau Jawa produknya yang termurah dari 50 ribu sampai 450 ribu,’’jelasnya.

Hasim mengatakan, dalam sehari bisa membuata rata rata sekitar 10 biji. Sedangkan untuk bahan tergantung pesanan, mulai ada yang dari per, klaher dan baja baja modern.

‘’Kalau yang paling bagus dibuatnya itu dari baja baja modern misalnya boger, n95 itu sudah bagus tahan karat, keras dan ketajamannya bagus,’’ujarnya.

Sementara itu, Kades Purwodeso Riyanto mengatakan, kerajinan Pandai Besi di Desanya sudah sangat terkenal hingga ke berbagai daerah karena kualitasnya. Ini dikarnakan para pengrajin terus mempertahankan pembuatan dengan cara tradisional karena diyakini produk yang dibuat bisa lebih awat dan tajam.

” Di Purwodeso di dukuh wanalela pandai besi ini ada kurang lebih 20, tapi yang aktif terutama yang produk itu 8 sampai 10, satu usaha itu kan ada satu dua tiga sampai lima orang jadi di Purwodeso itu crew nya lebih dari 25, tapi yang aktif delapan sampai 10,’’katanya.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com