Ekonomi

Berkat Yakin, Pemuda Karanggadung Petanahan Sukses Bisnis Telur Bebek

1506
×

Berkat Yakin, Pemuda Karanggadung Petanahan Sukses Bisnis Telur Bebek

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Berkat keyakinan dan keteguhan yang tinggi, seorang Pemuda asal di Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan Kebumen kini sukses menekuni bisnis telur bebek atau itik. Pemuda bernama Nurkhanif ini mampu meraup omzet jutaan perhari dari hasil telur 600 ekor bebek.

Saat ditemui di kediamanya, Nurkhanif  telur bebek ia jual dengan harga Rp 2.300,- perbutirnya. Pembali biasanya datang sendiri ke rumah. Meski begitu, untuk memulai usaha ini bukanlah hal yang muda.

Nurkhanif mengaku harus jatuh bangun dan sempat nyaris menyerah. Namun, berkat semangatnya yang pantang menyerah akhirnya ia tetap optimis jika usahanya pasti bakal berhasil.

‘’ Jatuh bangun itu hal biasa. Lebih baik gagal dalam berusaha nantinya akan menjadi kesatria karena sudah berani mencoba, dari pada gagal dalam berjudi akan membuat terhina. Intinya untuk menjadi seorang pengusaha harus berani dan Yakin. Manjadawajada itu kata temen saya H. Tohri,’’ungkap Hanif yang juga merupakan Santri Fajim Kebumen itu.

Khanif menuturkan awal mulai membuka usaha dari tahun 2018 lalu, dengan beternak ayam petelur. Namun, saat usaha tersebut dia belum beruntung, dan harus merasakan kegagalan.

Bahkan Modal Rp 60 juta harus habis saat usah ayam petelur, karena faktor resiko kematian yang tinggi. Ayam sejumlah 300 ekor yang dibudidayakan, banyak yang mati karena mudahnya terserang penyakit.

” Saat itu, modal awal Rp 60 juta buat memelihara ayam petelur, tapi karena banyak kematian ayam saat itu saya gagal, ya mungkin waktu itu belum hoki saya,” jelasnya.

Kemudian, setelah merasakan kegagalan untuk yang pertama kalinya, dia kembali bangkit dengan memelihara Bebek Petelur. Awalnya ia hanya dipelihara sebanyak 25 ekor dan akhirnya kini berkembang menjadi 600 ekor.

Menurutnya, budidaya Bebek petelur ini sangatlah mudah. Selain tahan terhadap penyakit, telur yang dihasilkan bisa setiap hari dipanen. Apalagi harga telur Bebek, dijual dengan butiran, dengan harga perbutirnya Rp 2.300,-, tidak seperti harga telur ayam yang mengalami fluktuatif harga per kilogramnya.

” Saya mulai usaha Bebek petelur saat itu mulai 25 ekor dan alhamdulillah bisa berkembang sekarang mencapai 600 ekor,” katanya.

Dikatakan, untuk perawatan sendiri harus menghabiskan 80 kg pakan hasil racikannya sendiri. Ini jika dirupiahkan mencapai Rp 600 ribu, perharinya.

‘’Memang terlihat besar untuk biaya perawatan setiap harinya, namun INI sangat sebanding dengan telur yang dihasilkan. Dari 600 ekor biasanya yang bertelur mencapai 80-90 persen setiap harinya, dan akan terus bertelur dalam satu tahun kedepan.’’imbuhnya.

Kedepan berharap usahanya bisa lebih berkembang, dan melakukan inovasi untuk membuat pakan yang lebih baik lagi. Ditargetkan, Bebek yang dibudidayakannya bisa mencapai 1000 ekor, bahkan lebih.

‘’ Pesan saya kepada generasi muda, agar jangan takut untuk memulai sebuah usaha, dan jangan takut untuk terus berinovasi.Jatuh bangun itu biasa, namun dengan berusaha akan membuka pintu kesuksesan selebar lebarnya. ‘’pungkasnya.(K24/IMAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com