Pendidikan

Rianti Mayasari: Best Practices, Mudahkan Siswa Belajar Bahasa Inggris

1804
×

Rianti Mayasari: Best Practices, Mudahkan Siswa Belajar Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini
Foto : Rianti Mayasari (Guru SMKN 2 Kebumen)

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik khususnya dalam pembelajaran bahasa inggris procedure text manual technology, perlu dilakukan sebuah terobosan baru. Salah satunya dengan menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice), dimana, ini menggunakan Metode Star atau Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan dampak.

Metode ini sangat penting diterapkan. Mengingat tak sedikit para peserta didik kerap mengalami kesulitan dalam memahami isi teks bacaan bahasa Inggris procedure text manual technology.

Untuk itu, wajar jika siswa kurang antusias dan kurang aktif dalam pembelajaran bahasa inggris lantaran pembelajaran yang diberikan guru cenderung monoton. Termasuk kurangnya Pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia.

Metode inilah yang diterapkandi SMK Negeri 2 Kebumen. Guru memiliki peran sebagai Motivator dan Fasilitator saat melakukan pembelajaran kepada anak didiknya. Guru juga wajib memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bervariasi. Seperti menyiapkan bahan ajar yang sesuai dengan materi dan menayangkan video Tutor.

Selain itu, salam rangka proses pencapaian hasil belajar yang optimal, guru juga wajib membimbing peserta didik untuk belajar secara berkelompok, diskusi serta mempresentasikan hasil. Kemudian merespon tanggapan peserta kelompok lain.

Adapun beberapa tantangan untuk mencapai tujuan tersebut. Diantaranya, Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran dan  kondisi siswa serta sekolah. Kompetensi guru untuk merancang pembelajaran  yang mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif serta menarik untuk siswa yang terintegrasi dengan teknologi.

Belum lagi, pada proses praktek pelaksanaan kegiatan pembelajaran penulis melibatkan beberapa pihak. Mulai dari Peserta Didik, Kepala Sekolah, Rekan Sejawat, Wali Kelas, Toolman serta Dosen Pembimbing dan Guru Pamong.

Untuk mengatasi hal tersebut. dibutuhkan langkah-langkah tepat sesuai dengan materi pembelajaran serta kondisi siswa dan sekolah . Pertama perlunya Strategi yang dilakukan dalam pemilihan model pembelajaran inovatif yaitu dengan memahami karakteristik peserta didik dan materi pelajaran.

Kemudian model pembelajaran yang dipilih yaitu Model Problem Based Learning (PBL). Pada model pembelajaran ini terdapat langkah-langkah pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik terhadap pembelajaran serta meningkatkan rasa ingin tahu mereka.

Proses pemilihan model ini yaitu mempelajari model-model pembelajaran yang inovatif melalui kajian literatur, kemampuan awal dan kebiasaan atau gaya belajar peserta didik. Pada tahap mengorientasikan peserta didik pada masalah guru menyajikan gambar sebuah permasalahan yang dihadapkan dengan dunia nyata peserta didik yaitu gambar sebuah smartphone yang banyak muncul gangguan notifikasi dan menyajikan video tentang seseorang yang tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan vending machine.

Masalah tersebut dipilih karena dekat dengan dunia nyata siswa sehingga dengan berpikir tingkat tinggi (HOTS) anak anak mencoba untuk menganalisis permasalahan yang disajikan oleh guru. Pada tahap mengorganisasikan untuk belajar peserta didik menemukan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari prosedur teks manual technology. Yakni  pengoperasian vending machine yang terdapat pada sebuah teks pada lembar kerja siswa secara bersama – sama.

Pada tahap membimbing penyelidikan individu dan kelompok peserta didik diminta untuk menganalisis fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan sebuah teks prosedur manual technology. Peserta didik disajikan teks prosedur acak dari sebuah mesin ATM kemudian siswa menyusun secara urut langkah acak tersebut sehingga membentuk prosedur teks yang benar.

Selanjutnya, peserta didik menganalisisnya secara berkelompok. Pada tahap ini guru memonitoring kegiatan kelompok siswa dan membimbing kegiatan kelompok peserta didik Pada tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya peserta didik membuat prosedur teks sebuah manual teknologi secara berkelompok dengan cara scanning barcode.

Peserta didik berkesplorasi mencari informasi melalui internet dalam pembuatan procedure teks tersebut. Teks prosedur manual teknologi yang telah dibuat oleh tiap kelompok kemudian disusun dalam bentuk powerpoint yang juga bisa dikerjakan dengan media canva. Kemudian setiap kelompok menyajikan hasil karya procedure text manual technology yang telah dibuat dengan mempresentasikannya di depan kelas secara bergantian.

Pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah guru membuat umpan balik dari hasil karya yang telah disajikan. Peserta didik yang lain memberikan saran masukan dan kesan dari setiap kelompok presentasi yang telah menyelesaikan tahapan tersebut. Pada tahap ini guru mengevaluasi pemecahan masalah yang diuraikan di awal dan memastikan bahwa pembelajaran telah berlangsung baik dan peserta didik memahami apa yang telah dipelajari.

Untuk Sumber daya yang diperlukan yaitu jaringan internet dan buku-buku yang terkait dengan model pembelajaran inovatif. Tantangan Peningkatan kompetensi guru untuk merancang pembelajaran  yang mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan siswa.

Strategi yang dilakukan guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Disini guru mengembangkan RPP dan LKPD dengan kegiatan yang berpusat pada siswa dengan mengacu pada Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi serta Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai.

Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik yaitu dengan menentukan langkah – langkah atau kegiatankegiatan pembelajaran apa saja yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mempelajari procedure text manual technology serta menghubungkannya dengan kebermanfaatan materi procedure text manual technology tersebut di dunia nyata peserta didik. Sehingga peserta didik termotivasi dan antusias untuk mempelajarinya.

Sumber daya yang diperlukan adalah kompetensi dan kreatifitas guru dalam membuat dan mengembangkan RPP serta LKPD yang berpusat pada siswa

Tantangan Penggunaan media pembelajaran yang inovatif serta menarik untuk siswa yang terintegrasi dengan teknologi masa kini. Strategi yang digunakan menggunakan media audio visual berupa video pembelajaran yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang disajikan dengan power point juga dengan gambar yang menarik perhatian dan rasa ingin tahu peserta didik.

Perhatian peserta didik lebih terpusat pada pembelajaran. Media lain yang digunakan adalah menggunakan aplikasi canva, sehingga peserta didik langsung menerapkan pembuatan formal invitation dalam bentuk digital invitation yang mereka buat sendiri b. Penggunaan video pembelajaran bersumber dari video YouTube yang disesuaikan dengan materi pembelajaran dan video pembelajaran yang dibuat sendiri sebagai hasil karya penulis dan juga beberapa gambar yang relevan.

Sumber daya yang diperlukan untuk mendapatkan  media  pembelajaran inovatif ini yaitu LKPD dan modul Digital di situs live worksheet,  benda-benda  konkrit, jaringan internet, laptop, smartphone, printer, aplikasi microsof office word dan power point. Berkaitan dengan bahan ajar dan media ajar Guru menggunakan bahan ajar berupa LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk mengukur ketercapaian belajar peserta didik dan guru juga menggunaakan video pembelajaran yang ditampilkan lewat LCD proyektor, dengan bantuan salindia  dari microsoft power point secara konkrit dikolaborasikan dengan berbasis TPACK sehingga siswa lebih mudah memahami materi.

Pada instrumen terdapat kisi-kisi, indikator ketercapaian, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian di akhir pembelajaran. Serta menggunakan website quizizz untuk menilai aspek pengetahuan peserta didik. Dalam hal ini, guru mengunggah pertanyaan- pertanyaan tentang teks prosedur manual technology. Kemudian, meminta peserta didik untuk mengunjungi website tersebut melalui link yang sudah dibagikan di grup Whatsapp kelas. Lalu, peserta didik langsung megerjakan quizizz tersebut menggunakan handphone masing-masing.

Refleksi Hasil dan dampak  Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut .

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan dirasa efektif dilihat dari Pemilihan model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada siswa meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran sehingga siswa termotivasi untuk belajar.

Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat antusias. Bisa dilihat dalam kegiatan refleksi akhir pembelajaran, siswa memberikan refleksi kalau dalam  pembelajaran sangat menyenangkan dan media pembelajaran menarik dan mudah dipahami. Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat membuat pemahaman  peserta didik lebih baik dan peserta didik lebih termotivasi terhadap materi teks prosedur kelas XII SMK Negeri 2 Kebumen.

Peserta didik bersemangat dan tidak bosan dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran juga diberikan tayangan video. Selain itu, peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok serta per kelompok menjawab soal yang diberikan. Peserta didik juga diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Lalu, peserta didik kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh penguasaan guru terhadap media pembelajaran, model pembelajaran dan langkah-langkah dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat. Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah guru lakukan adalah guru bisa lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model dan media pembelajaran. Faktor yang menunjukkan bahwa model pembelajaran yang telah dilakukan berhasil adalah dengan peningkatan pemahaman peserta didik dalam belajar dan hasil belajar yang dicapai.

Oleh karena itu, dengan Model Problem Based Learning (PBL) dan media pembelajaran yang menarik, dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Penggunaan media audio visual yang terintegrasi dengan teknologi berupa video pembelajaran dan penggunaan media berbantuan canva ini sangat membantu pemahaman siswa mengenai teks prosedur yang dapat dibuktikan dengan suasana pembelajaran yang sangat menyenangkan dan keaktifan siswa selama pembelajaran serta rangkaian kegiatan pada LKPD yang dikerjakan dengan sangat baik hingga tahap evaluasi menggunakan media quizzezz juga lebih menyenangkan peserta didik.

Pembelajaran yang dapat diambil dari seluruh rangkaian proses ini adalah guru yang profesional adalah guru yang mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan diikuti dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai.

Guru yang hebat selalu meng- upgrade diri dengan menggunakan teknologi sehingga menjadi guru yang kreatif dan inovatif. Dengan metode ini diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi para guru lainya.

Penulis: Rianti Mayasari (Guru SMKN 2 Kebumen)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.