SOSIAL

Gelar Musrenbang, Migrant Care Kebumen Susun Tata Kelola Perlinfungan Pekerja Berbasis HAM

1258
×

Gelar Musrenbang, Migrant Care Kebumen Susun Tata Kelola Perlinfungan Pekerja Berbasis HAM

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Untuk tengah menyusun Peta Jalan dan Tata Kelola Perlinfungan Pekerja Migran Berbasis HAM, Berkeadilan Gender dan Inklusi Sosial, Migrant Care Kebumen menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Migran Internasional atau International Migrant’s Day 2022.

Kegiatan digelar di MExolie Hotel Kebumen, Senin 19 Desember 2022. Hadir Ketua Dewan Pengurus Migrant Care Pusat, Mulyadi mengatakan kasus tindak pidana perdagangan orang atau human traffikcing masih menjadi permasalahan menahun Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Mulyadi menyebut, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) merupakan kasus yang cukup rentan terjadi di kalangan pekerja migran di tanah air. Selama dua tahun terakhir pihaknya mencatat angka kasus TPPO terus mengalami peningkatan.

“Keseluruhan kami menginventaris ada 500 lebih laporan masuk terkait perdagangan orang,” jelas Mulyadi.

Dirinya menuturkan, sejauh ini kasus perdagangan orang paling banyak menimpa para pekerja yang berkecimpung di bidang kelautan dan perikanan. Semua itu berangkat dari kurangnya pemahaman calon pekerja tentang pentingnya legal formal sebuah perusahaan tujuan.

“Mereka tidak punya akses bekerja di luar negeri, kemudian curi-curi, dan kebanyakan mereka terima informasi lewat online kemudian tergiur”, tuturnya.

Mulyadi menambahkan, Migrant care, terus memberikan edukasi kepada masyarakat atau calon pekerja migran agar angka perdagangan orang terus menurun. Pihaknya juga selalu mengingatkan agar masyarajat tidak mudah tergiur jika ada iming-iming bekerja di luar negeri dengan upah dan fasilitas yang menggiurkan.

“Sudah banyak kasus, setelah sampai sana ternyata tidak sesuai harapan, meereka justru di eksploitasi”, imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Migrant Care Kebumen Saiful Anas menambahkan, sedikitnya ada 4.000 pekerja migran asal Kebumen yang menggantungkan nasib di negeri seberang. Dari jumlah itu mayoritas para pekerja tersebar di beberapa negara Asia seperti Malaysia, Hongkong, Arab dan Singapura. Namun, beberapa tahun terakhir tren negara tujuan para pekerja migran kini tertarik bekerja di Tiongkok, Jepang dan Korea sebagai buruh pabrik.

“Kebanyakan Malaysia, Hongkong, Arab dan Singapur,  tapi tren terakhir banyak yang minat ke Jepang sama Korea. Disana mereka mayoritas kerja pabrik”, pungkasnya.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.