Ekonomi

Pemuda Desa Kebakalan Sulap Limbah Pohon Kelapa Jadi Lampu Hias

1123
×

Pemuda Desa Kebakalan Sulap Limbah Pohon Kelapa Jadi Lampu Hias

Sebarkan artikel ini

KARANGGAYAM, Kebumen24.com,- Apa yang dilakukan Para pemuda di Desa Kebakalan Kecamatan Karanggayam Kebumen ini tergolong kreatif. Mereka mampu menyulap Limbah Pohon Kelapa menjadi Lampu Hias yang bernilai ekonomi tinggi.

Menariknya lagi, mereka belajar secara otodidak melalui internet. Lampu hias tersebut sangat cocok ditempatkan diruangan maupun diluar ruangan sebagai furniture tambahan. Bentuknya pun sangat estetik dan tradisional. Terlebih, produk tersebut terbuat dari limbah bahan alami, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Darmin salah seorang pengrajin mengatakan bahan pelepah daun kelapa atau blungkang banyak ditemui di pedesaan, dan bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. Bahkan, kadang bahan baku tersebut sama sekali tidak terpakai oleh masyarakat dan berakhir di bakar ditungku  untuk memasak.

” Bahan bakunya, bahan limbah istilahnya kalo dikampung dibuang buang itu, dari pelepah daun pohon kelapa itu, biasanya hanya dibakar buat masak,” ucapnya Kamis, 24 November 2022.

Menurutnya, proses pembuatan sebenarnya tidaklah begitu rumit. Hanya saja tergantung dari model lampu yang akan dibuat. Dimana, proses awal pembuatan dari bahan limbah blungkang diirat atau ditipisi menggunakan pisau dan disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.

Kemudian, bahan tersebut disatukan menggunakan lem kayu dan lem besi. Setelahnya, bahan yang sudah terbentuk tersebut dilakukan pengamplasan hingga halus dan di fernis.

” Proses awal dari blungkang itu diirat dulu,  ukuran masing masing berapa senti,  terus kita gabungin pake lem kayu dan lem besi,  setelah terbentuk itu diamplas kering dan dipasang, udah jadi,” jelasnya.

Bersama rekan rekannya Darmin mengaku baru bisa membuat 5 model lampu,  untuk hiasan lampu duduk sama lampu gantung dan juga lampion. Sedangkan untuk harga, hiasan lampu tersebut dijual di kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu,  tergantung kerumitan model.

‘Untuk penjualan masih terbatas di wilayah Kebumen,  namun tidak menutup kemungkinan produksinya tersebut merambah hingga keluar kota. Dimana produksinya pun masih sangat terbatas karena kendala alat yang dimiliki oleh pengrajin, yang saat ini masih dikerjakan secara manual.’’terangnya.

Sementara itu Kades Kebakalan R Wiwit Setiyawan Wijayanto sangat mengapresiasi inovasi dari para pemuda di desanya. Mereka berhasil membuat limbah dari pohon kelapa menjadi lampu hias yang memiliki nilai tinggi.

Menurutnya kerajinan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan, dan pihak desa siap mendukung para pemuda untuk bisa lebih berkreasi. Pihaknya juga siap menjembatani ke Dinas terkait, agar bisa lebih berkembang.

Dikatakan produk tersebut juga sudah pernah dipamerkan saat Kebumen International Expo dan di sejumlah kota beberapa waktu lalu. Untuk respon masyarakat, juga sangat baik karena hiasan lampu ini terbuat dari bahan alami dan ramah lingkungan.

” Kita siap menjembatani ke dinas terkait untuk mendapat peralatan untuk pengembangan,” jelasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.