EkonomiInspirasi

Kreatif, Warga Jatimulyo Petanahan Sulap Cumplung Kelapa Jadi Barang Bernilai Ekonomi

3138
×

Kreatif, Warga Jatimulyo Petanahan Sulap Cumplung Kelapa Jadi Barang Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

PETANAHAN, Kebumen24.com – Bagi sebagian masyarakat, mungkin tempurung kelapa atau sering disebut cumplung hanyalah limbah yang tidak berguna. Namun, siapa sangka, ditangan terampil Adi Setiawan, pemuda asal Desa Jatimulyo RT 02 Rw 02 Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen ini, cumplung justru disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Cumplung dibuat menjadi Glodog atau Sarang Burung. Bahkan kerajinan tersebut cukup dimnati masyarakat, hingga ke luar daerah seperti Bali dan Kalimantan.

Pemuda berusia 23 tahun ini mengaku, pernah menjual produknya hingga 6000 peaces dalam satu bulan, dengan harga antara Rp 8ribu  hingga Rp 30 ribu. Menurutnya produk tersebut sangat diminati, terutama bagi para pelaku budidaya burung kicau.

‘’ Salah satu yang diminati oleh pembeli adalah jenis glodog sarang burung dengan harga Rp 8 ribu sampai 10 ribu/biji. Saya juga bisa membuat produk lainnya sesuai dengan pesanan dari para konsumen.’’ucapnya.

Adi mengatakan, untuk pembuatan kerajinan tersebut ia memanfaatkan buah kelapa yang telah dimakan tupai dan biasanya hanya untuk bahan bakar tungku memasak. Setelah dikeringkan dan dibersihkan, kemudian batok kelapa tersebut dibentuk menjadi apa yang diinginkan.

‘’ Hanya saja saat ini pasaran sedang mengalami kelesuan, sehingga banyak kerajinan Glodog Burung yang belum bisa terjual. Biasanya saya jual ke para pengepul, untuk dijual lagi ke pasaran.’’ungkapnya.

Tak hanya jenis Glodok burung, Adi juga mengaku bisa membut jenis produk kerajinan lainya. Ini mulai dari gelas, celengan, dan kerajinan lain dengan bahan dasar dari Bathok kelapa.

” Kalo pemasaran ini lagi sepi, ini juga menumpuk karena permintaan dari mengelilingi berkurang, tapi ya nggak apa apa ini kab tidak bakal rusak walau di simpan, ya kalo ada permintaan untuk pembuatan kerjinan lainnya si saya siap,” ujarnya.

Sementara itu, peternak burung kicau Wahyu Saptonoaji mengaku baru pertama mengetahui ada glodog burung yang terbuat dari Bathok kelapa. Ia menilai glodog ini akan lebih disukai oleh burung kicau yang sedang dipelihara.

‘’ Mamang, burung memiliki karakter berbeda beda, namun kalo dilihat dari bentuk dan bahannya akan membuat burung peliharaan bisa nyaman. Karena Bathok kelapa ini sifatnya alami, dan bentuknya mirip seperti sarang burung di alam liar. Terlebih harga yang cukup murah, yang berkisar antara Rp 8 sampai Rp 10 ribu, untuk satu glodog burung kicau.’’imbuhnya.(k24/arta).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.