ALIAN, Kebumen24.com,- Untuk melestarikan kesenian lokal agar tidak punah digerus majunya jaman, Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar. Berbagai macam kesenian asli dari Kebumen dari 26 Kecamatan tampil di ajang ini.
Kegiatan berlangsung meriah dimulai dari tanggal 3 Juni 2022 hingga tanggal 5 Juni 2022, di Komplek Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian. Festival tradisi meliputi Tari Tradisi, Tradisi Lisan dan Musik Tradisi.
Kepala Dinas Disporawisata Kebumen Muhamad Arifin, S.Si., M.T., mengatakan dalam kegiatan ini penampilan seni dilombakan, seperti Tari Cepetan, Jamjaneng, dan juga Rebana. Peserta Festival merupakan perwakilan masing masing dari srtiap Kecamatan se Kabupaten Kebumen.
‘’ Untuk kuota masing-masing Festival adalah 13 pendaftar, dimana tiap peserta terdiri dari 16 penampil dan 4 official. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan masyarakat berkreasi dan berapresiasi, serta meningkatkan rasa cinta terhadap seni dan budaya bagi masyarakat Kabupaten Kebumen,” ucapnya.
Lebih jauh menurutnya, kesenian Tari Cepetan dan Jamjaneng dari Kabuoaten Kebumen juga telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia dan telah memiliki sertifikat WBTb pada Desember 2021. Oleh karenanya, masyarakat Kebumen wajib menjaga, melestarikan dan mewariskan kesenian tersebut kepada para generasi muda.
Adapun pemenang dari kegiatan ini yaitu, Tari Cepetan penyaji terbaik berhasil menjadi diraih oleh Kecamatan Sruweng, Kecamatan Gombong dan Kecamatan Rowokele. Sedangkan kejuaraan Festival Musik Tradisi Islami juara 1 diraih oleh Kecamatan Sruweng, disusul Kecamatan Pejagoan yang menjadi juara 2 dan juara ketiga diraih oleh Kecamatan Puring.
Dari penampilan terbaik tersebut para peserta yang berhasil memperoleh juara berhak mendapatkan trhopy dan uang pembinaan sebesar Rp. 5.000.000,-. Untuk juara satu, dan Rp. 4.500.000,-, untuk juara 2 sedangkan juara 3 mendapat Rp. 4.000.000,-.
” Kegiatan Festival ini juga akan menjadi laporan periodik/berkala kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dan diteruskan kepada Kemendikbudristek,” Jelasnya.
Sementara itu, menutu Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, event budaya sangat dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Kebumen. Keduanya harus bisa berjalan siring, agar bisa sebagai identitas Kabupaten Kebumen, yang akan dikenal oleh para wisatawan.
‘’ Apalagi di era globalisasi yang serba modern saat ini, para generasi muda banyak disajikan budaya asing, tanpa mengenal budaya Kebumen. Untuk itu, Kebudayaan asli ini perlu dilestarikan dan menjadi tanggung jawab bersama, agar Kebudayaan di Kebumen tidak lekang tergerus zaman.’’ujarnya.(K24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















