Lingkungan Hidup

Kadin DLHKP dan Tokoh Pengusaha Kebumen Kunjungi TPS3R Bank Samiun

1336
×

Kadin DLHKP dan Tokoh Pengusaha Kebumen Kunjungi TPS3R Bank Samiun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas DLHKP Kabupaten Kebumen Joni Hernawan, ST.,MT., beserta pengusaha Kabupaten Kebumen, Boby Subiyanto berkunjung di TPS3R Bank Samiun
Kepala Dinas DLHKP Kabupaten Kebumen Joni Hernawan, ST.,MT., beserta pengusaha Kabupaten Kebumen, Boby Subiyanto berkunjung di TPS3R Bank Samiun

KEBUMEN, kebumen24.com – Kepala Dinas DLHKP Kabupaten Kebumen Joni Hernawan, ST.,MT., beserta pengusaha Kabupaten Kebumen, Boby Subiyanto berkunjung di TPS3R Bank Samiun. Kehadirannya didampingi oleh Lurah Kebumen, Juniadi Prasetyo, S.E.

Dalam kunjungan ke TPS3R Bank Samiun,  rombongan melihat lokasi pengolahan sampah Anorganik. Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas DLHKP juga berharap Gudang TPS3R Bank Samiun bisa mengolah sampah organik dengan kapasitas besar.

Sesuai arahan Bupati Kebumen H.Arif Sugiyanto, SH, bahwa pengolahan sampah harus dioptimalkan sebelum Kabupaten Kebumen mengalami darurat Sampah.

“Seperti harapan dan arahan Bupati Kebumen, bahwa minimal 1 Desa/Kelurahan ada tempat pengolahan Sampah (Bank Sampah), tentu pengolahan Sampah Rumah tangga harus bisa diolah di tempat seperti ini, kata kepala dinas DLHKP Kebumen, Joni Hernawan, ST.,MT.

“Nanti kami kembangkan menjadi TPS3R Bank Sampah terpadu di kelurahan Kebumen, lanjutnya.

Sampah rumah tangga dan sampah pasar di kabupaten kebumen khususnya di wilayah kelurahan Kebumen memang perlu tempat yang memadai. Apalagi sampah yang belum terpilah dengan baik akan menimbulkan banyak masalah.

“Sementara ini pengolahan Sampah rumah tangga di kelurahan Kebumen sudah melalui proses pemilahan dari rumah tangga. Sedangkan sampah yang anorganik yang memiliki nilai ekonomi di tabung buat membayar PBB,” kata Lurah Kebumen, Juniadi Prasetyo S.E.

“Alhamdulillah di kelurahan kebumen PBB th 2022 dengan jumlah pagu terbesar yaitu 1.733.040.780. Sampai hari ini mampu terbayarkan sekitar 48%
semoga di akhir jatuh tempo bisa mencapai 95%,” Lanjut Juniadi Prasetyo.

Pemahaman Pengolahan Sampah dari rumah tangga atau masyarakat umum memang perlu di sampaikan melalui berbagai cara dengan edukasi yang berkelanjutan. Sehingga masyarakat akan lebih bijak mengelola sampah dengan baik dan benar.(K24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.