GOMBONG, Kebumen24.com – Tim Urban Search and Rescue (USAR) Internasional bersama dengan Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen memberikan pelatihan tanggap bencana kepda warga Desa Sidayu. Hal ini sesuai dengan ini sesuai dengan Program Bupati Kebumen yang menargetkan semua desa harus tangguh bencana (Desatana).
Kegiatan sendiri dilakukan di Balai Desa Sidayu Sabtu, 11 Juni 2022, dimana pelatihan ini meliputi penanganan kebakaran, banjir dan juga gempa bumi yang sewaktu waktu bisa terjadi.
Dalam pelatihan ini, Camat Gombong, yang memang telah memiliki sertifikat International Search and Rescue Advisory Group (Insarag) yang telah diakui oleh PBB, terjun langsung memberikan materi bersama 5 orang pelatih lainnya.
Kades Sidayu Sudjiono saat ditemui menuturkan, pelatihan kebencanaan ini dilakukan guna mengantisipasi kejadian bencana yang sewaktu waktu bisa terjadi. Terutama gempa bumi, yang kejadiannya tidak bisa diprediksi, kapan akan terjadi.
Menurutnya, masyarakat pun cukup antusias dalam mengikuti pelatihan. Mereka, jadi tahu cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api dan juga penanganan terhadap korban yang terluka.
Dikatakan, pelatihan kebencanaan seperti ini akan terus dilakukan ke depannya. Dan menjadi agenda rutin, agar setiap masyarakat Desa Sidayu tahu dalam penanganan kebencanaan.
” Untuk menjaga atau mengantisipasi bilamana terjadi hal hal kebencanaan, seperti kebakaran atau kebanjiran jadi masyarakat sudah bisa mengantisipasi untuk bisa melindungi khususnya diri sendiri dan keluarganya,” Ucapnya.
Sementara itu Camat Gombong Susilo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintahan Desa Sidayu, yang telah mengadakan kegiatan pelatihan bencana. Hal ini sesuai dengan Program Bupati Kebumen yang menargetkan semua Desa Tangguh Bencana di Kebumen.
Begitu juga dengan surat edaran Menteri Kemendes no 7 tahun 2021 bahwa semua desa diwajibkan untuk menganggarkan kebencanaan. Untuk itu, masyarakat harus tahu dalam pemenangan kebencanaan.
Mereka diberikan materi penyelamatan diri, terutama saat menghadapi gempa. Jadi mereka akan terlatih dan tidak panik dalam menghadapi gempa, dan ini diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat secara umum.
Setelah diberikan materi penyelamatan diri, dalam pelatihan ini juga diberikan materi bagaimana menyelamatkan korban, baik itu korban bencana, korban kecelakaan dan lain sebagainya. Ini penting, karena apabila salah dalam penyelamatan maka korban bisa meninggal dunia.
Kemudian, materi tentang kebakaran baik itu kebakaran di rumah tangga maupun di luar rumah dan teknik cara penggunaan APAR. Karena banyak masyarakat, baik di lingkungan rumah tangga maupun di instansi telah memiliki APAR, namun tidak tahu cara penggunaan yang benar, sehingga tidak efektif dalam memadamkan kebakaran.
” Bahkan pemadaman api, tidak harus menggunakan APAR bisa menggunakan benda lain asalkan kita tahu caranya, itu yang kita ajarkan kepada masyarakat semuanya,” pungkasnya.(P24/Imam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















