KEBUMEN,Kebumen24.com – Kasus positif virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditemukan di Kebumen. Penemuan kasus terjadi pada 3 ekor ternak warga Kecamatan Ambal. Hal itu berdasarkan pemeriksaan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapang Kebumen Retno Handarwati dikonfirmasi membenarkan perihal kasus tersebut, Rabu 25 Mei 2022. Pihaknya pun melakukan isolasi ternak warga dengan radius 1 kilometer.
Retno menjelaskan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen akan melakukan langkah untuk meminimalisir penyebaran virus PMK ke daerah lain di Kebumen. Karena diketahui virus tersebut ditemukan di Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal.
Seperti melakukan pemantauan, sebelum ditemukannya virus tersebut menyebar di Kebumen. Selain itu juga menghimbau kepada pedagang untuk menjual ternak lokal saja, agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas.
Menurutnya dalam waktu dekat belum ada penutupan pasar hewan di Kebumen, hanya saja pengawasan menjadi lebih ketat utamanya hewan ternak luar dari sebelum ditemukannya virus PMK menyebar di Kebumen.
“Untuk penutupan pasar tidak sih, tapi kami sejak kondisi masih aman sudah memantau dan menghimbau perdagangan lokal saja. Untuk antisipasi supaya tidak terjadi penyebaran yang lebih luas,” jelasnya.
Sedangkan untuk hewan ternak warga yang diketahui positif PMK, agar dilakukan isolasi minimal selama 14 hari ke depan tidak boleh keluar kandang. Selain itu, ternak yang positif ini, tidak diperbolehkan dijual maupun dipotong, serta terus dilakukan pengobatan oleh dokter hewan setempat, agar kondisi ternak tersebut bisa membaik.
Begitu juga dengan warga yang berada di sekitar lokasi ditemukannya wabah PMK, agar turut mengawasi isolasi ternak. Ia juga meminta, kesadaran peternak untuk patuh terhadap peraturan yang ada, agar tidak terjadi kekhawatiran penyeberan PMK di Kebumen menjadi lebih luas.
Distapang Kebumen juga melakukan kerjasama dengan PMI Kebumen untuk melakukan penyemprotan disinfektan di kandang yang ternaknya positif serta di kandang kandang yang berdekatan dengan radius 1 kilometer. Untuk pengobatan sendiri dilakukan oleh 2 dokter hewan langsung dilokasi Isolasi ternak.
“Mohon bantuan juga agar semua pihak di lingkungan sekitar lokasi turut mengawasi isolasi ternak di kandang peternak yang bersangkutan dipastikan tidak dijual, tidak di potong, tidak keluar dr kandang supaya tidak menulari yang lain. Yang terpenting kesadaran peternak untuk mematuhi aturan yg sudah kita sampaikan ke yang bersangkutan,” ucapnya.
“Dinas beserta OPD terkait telah melakukan upaya supaya tdk terjadi penyebaran, sejak suspec. Dokter Puskeswan setempat juga setiap hari melakukan pengobatan ke ternak di kandang tersebut dan melakukan pengendalian di peternak sekitarnya. Mininal radius 1 km, kalo pengobatan hewan di lokasi isolasi kita cuma 2 orang dan ajeg,” imbuhnya.(k24)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















