KEBUMEN, Kebumen24.com – Beberapa akhir akhir ini, tak jarang muncul prilaku tindak kejahatan yang dilatar belakangi karna faktor ekonomi dan hal lainya. Mirisnya lagi, pelanggar hukum terkadang justru dilakukan oleh kalangan remaja yang masih dibawah umur.
Seperti pada kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Alian baru baru ini. Dimana tersangka dan koban malah justru sama sama masih dibawah umur. Ini wajib menjadi pelajaran dan keprihatinan semua pihak. Bak orang tua, pejabat, aparatur hukum dan tokoh masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Forum Anak Jalanan Insyaf, Mengaji (FAJIM) Kebumen, Gus Asyharry Muhammad Alhasani, Selasa 24 Mei 2022. Menurutnya, untuk mencegah kasus tersebut, semua pihak harus bersama sama lebih aktif langsung terjun ke bawah memberikan pengawasan terhadap generasi muda.
‘’ Maka dari itu saya berharap semua lini, baik orang tua, pejabat, aparatur hukum, tokoh masyarakat harus lebih sering terjun ke bawah,mengawasi dan lebih kontrol, jangan cuma diam saja, dan ketika sudah terjadi baru bergerak. Pencegahan harus selalu aktif khususnya untuk kalangan muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.’’ujar Gus Hary yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian itu.
Disisi lain Gus Hary juga menilai, Fenomena Hukum tak dapat dipisahkan dari aspek ekonomi. Semisal kasus korupsi, pencucian uang dan penipuan. Termasuk juga tindak kejahatan lainnya seperti pencurian, pembunuhan hingga pemerkosaan.
‘’ Ekonomika Kriminalitas atau Crime Economics tidak terbatas pada tindak pidana yang terkait langsung dengan aspek ekonomi. Tidak hanya korupsi, pencucian uang penipuan, namun juga berbagai tindak kejahatan lainnya seperti pencurian, pembunuhan hingga asusila atau pemerkosaan. Ini butuh peran aktif semua pihak untuk mencegahnya,’’imbuhnya.(k24)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















