Ekonomi

Minyak Goreng Langka, Warga Petanahan Pilih Produksi Sendiri dengan Kelapa

2009
×

Minyak Goreng Langka, Warga Petanahan Pilih Produksi Sendiri dengan Kelapa

Sebarkan artikel ini

PETANAHAN, Kebumen24.com,- Ditengah kelangkaan dan mahalnya minyak goreng sawit di pasaran, minyak kelapa ternyata dapat menjadi alternatif. Masyarakat bisa mendapat minyak goreng sehat dan berkualitas tanpa harus antri berjam jam di pasar maupun swalayan.

Terlebih buah kelapa keberadaannya cukup banyak. Dan hampir bisa dijumpai di setiap penjuru wilayah di Kebumen. Untuk itu, ditangan masyarakat kreatif buah tersebut bisa bermanfaat, dan tidak dibiarkan menua di pohon begitu saja.

Salah satunya Dalikun warga Dukuh Plesung Desa Karangrejo Kecamatan Petanahan. Dirinya mengolah buah kelapa tua menjadi minyak goreng. Sehingga kelangkaan minyak sawit seperti yang sekarang terjadi, tidak menjadi soal baginya.

Proses produksi minyak kelapa ini harus melalui serangkaian tahapan. Sejatinya semuanya cukup mudah, hanya saja diperlukan kesabaran. Dimulai dari memecah kelapa, mencungkil, memarut kelapa hingga memerasnya menjadi santan dan kemudian memasaknya di tungku kayu bakar.

Tahapan memasak santan inilah yang menjadi kunci kualitas minyak kelapa tersebut. Api yang digunakan sedang, tidak terlalu besar ataupun kecil. Santan yang dimasak hingga mengental harus dipisah antara minyak dan lendo atau ampas dari santan tersebut.

“Kalau untuk satu liter minyak klentik ini yang kelas AB (baik) itu butuh 9 sampai 12 butir kelapa. Ya kadang-kadang random minyak kandungan tinggi ya 10 atau bahkan 9 ya jadi,” jelas Dalikun, Kamis 3 Maret 2022.

Kelangkaan minyak sawit di pasaran juga menjadi berkah tersendiri bagi Dalikun. Penjualan minyak kelapa yang dibuatnya sejak 2009 silam kini meningkat pesat hingga 30 persen dari biasanya. Tidak kurang, produksinya saat ini mencapai 1,5 ton dalam satu bulan.

Untuk memproduksi minyak kelapa sebanyak itu, Dalikun hanya dibantu oleh keluarga.  Karena memang minyak kelapanya ini masih diproduksi skala rumahan. Usahanya pun terkendala keterbatasan modal dan peralatan serba tradisional yang terkadang menghambat produksi ketika banyak orderan.

“Harapan saya sih secara pribadi Perklentikkan atau minyak kelapa murni sehat ini lebih baik ke depannya dari peralatan pemasaran terus permodalan itu sih klasik sebenarnya tapi itu memang sering terjadi untuk UKM di Kebumen,” terangnya.

Saat ini minyak kelapa produksinya banyak diincar oleh reseller dari Kebumen dan luar daerah yakni Yogyakarta dan Surabaya. Dengan perliternya dihargai mencapai Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu. Menurutnya para pelanggan, mencari minyak kelapa dikarenakan dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan.

“Kalau saya untuk lingkungan Kebumen Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu,” ucapnya.

Selain minyak kelapa, Dalikun juga memproduksi minyak Virgini Coconut Oil (VCO) yang juga cukup digandrungi karena memiliki khasiat bagi kesehatan. Disamping itu, harga dari minyak ini juga cukup mahal yakni mencapai Rp 150 sampai Rp 350 ribu perliternya.(k24/imam).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.