KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto SH menjadi Narasumber acara Weekend Indonesia Dialog (WeID) Seri 75, dengan Tema “Riset dan Inovasi di Daerah”. Kegiatan berlangsung melalui live zoom di Ruang Kerja Bupati eks Ruang Jatijajar Kebumen, Jumat 25 Februari 2022.
Hadir secara virtual, Mantan Menristek Dr. M. AS Hikam, Drs. Andi A. Malarangeng, Ph.D, Dr. Imam Hidayat, Dr. Ir. Subandi Sarjoko, Msi, Agus F. Syukri, dan Sekjen DPR RI 2013-2017 Dr. Winantuningtyastiti Swasanani, Msi.
Bupati menyampaikan, Kabupaten Kebumen memiliki sejumlah potensi, mulai dari laut, pegunungan hingga daratan. Untuk kelautan terbentang sekitar 57,5 KM dan daratan memiliki potensi agrobisnis khususnya padi. Ini merupakan surplus, terbukti adanya Waduk Sempor dan Wadaslintang.
Untuk mengembangkan potensi potensi tersebut, Bupati mengatakan pemerintah telah melakukan kajian kajian riset. Menurutnya, tanpa riset pembangunan itu tidak akan terarah dan juga tidak akan memiliki efisiensi yang cukup bagus.
‘’Untuk penguatan pelayanan masyarakat setiap pembangunan di Kabupaten Kebumen pertama saya mintakan semua harus ada kajian, dokomennya seperti apa, kemudian evaluasi anggaran pelaksanaan dan juga kebijakan-kebijakan lain kita lihat terlebih dulu,’’ucap Bupati.
Setelah itu, Pemerintah Kabupaten juga terus berinovasi, bahkan seluruh OPD diminta membuat satu inovasi. Menurut Bupati Ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk untuk mendorong pembangunan di Kabupaten Kebumen.
Bupati menyebutkan sejumlah kajian riset dan Inovasi yang telah dilaksanakan, salah satunya Kampung Garam di pesisir selatan. Produksi Garam disini memiliki kualitas tinggi dengan kandungan NaCL (Natrium Klorida) mencapai 97,73%. Selain garam konsumsi, kampung ini juga memiliki banyak variasi garam. Seperti garam piramida, garam spa, garam kecantikan, dan garam kesehatan.
Kemudian inovasi produk layanan hukum hasil karya dari ASN yang sekolah. Ada lagi inovasi berupa Aplikasi SIMBOK atau Sistem Informasi Kebutuhan Pokok. Aplikasi berbasis android itu menjadi jawaban terhadap penyampaian informasi harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) yang selama ini diberikan secara manual. Melalui aplikasi SIMBOK masyarakat dapat mengakses informasi harga kepokmas baik melalui komputer maupun telepon pintar.
Selanjutnya rencana pembangunan kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate) di wilayah selatan Kebumen. Ini dilakukan atas kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Harapannya Kabupaten Kebumen menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi.
Shrimp estate sendiri merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Proses produksinya pun didukung oleh teknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan.
Tak kalah penting Bupati juga menyampaikan rencana pembuatan kawasan wisata yang mirip dengan Ancol. Pembangunan akan dilakukan di Sungai Kali ratu Klirong.(k24)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















