GOMBONG, Kebumen24.com,- Untuk mengenang jasa jasa dan kebaikan almarhum Liem Kuswintoro, diterbitkan Buku berjudul ‘’ ’Pacul Gowang Jangan Dibuang’’. Buku ini berisikan kisah perjalan kehidupan almarhum mulai dari nol hingga bisa sukses menjadi seorang pengusaha.
Peluncuran buku dilakukan bertepatan dengan hari peringatan 100 hari meninggalnya alarhum di Graha Grafika, Jl.Yos Sudarso No.555 Gombong, Sabtu 15 Januari 2022. Hadir Hadir secara langsung Bupati Kebumen H. Arif Sugitanto, Budayawan Banyumas Akhamd Tohari, Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar, dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Kebumen dan banyumas.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen H. Arif Sugitanto menyampaikan sangat mengapresiasi dan menyambut baik diterbitkannya buku tersebut. Terlebih dalam buku ini banyak berisikan tentang bagaimana hidup berbangsa dan menanamkan nilai nilai Pancasila dengan kebinekaan yang dilakukan pak liem.
“Buku ini luar biasa isinya, bahwa memang kita semua yang dinilai adalah perjuangan yang ditorehkan. Bukan menjadi pacul yang gowang yang terus dibuang tapi perjuangan kita agar bisa terus dikenang dan abadi, Hidup itu harus terus bermamfaat,” Ucapnya.
Disisi lain, Menurut Bupati, Pak liem merupakan tokoh yang baik dan tidak pernah melupakan asal muasalnya. Pak Liem orangnya supel dan memiliki kepedulian pada persoalan kebangsaan, budaya hingga bisnis wisata. Pak liem sangat bersahabat dengan semua kalangan. Bahkah relasinya sangat luas dan dekat dengan wong cilik.
‘’ Sikapnya terbuka. Kritis namun berwawasan luas serta suka menolong siapa pun,’’imbuh Bupati.
Sementara itu Budayawan Banyumas Akhmad Tohari menyampaikan buku tersebut penuh dengan nilai nilai kebinekaan, seperti yang terkandung dalam Pancasila. Menurutnya tidak mudah dalam menghayati nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.
Dengan terbitnya buku ini, bisa sebagai pengingat sosok dan kehidupan dari Liem. Dimana didalamnya terangkum sebuah perjalanan hidup dan mengajarkan tentang arti perbedaan.
” Di dalam buku ini, kita juga bisa menghayati arti dari sebuah perbedaan yang juga terkandung dalam nilai nilai Pancasila, alangkah mudahnya berkata dan menghafalkan Pancasila tapi yang sulit adalah menghayati isi yang terkandung di dalamnya,” Jelasnya.
Perlu diketahui, Alamrhum yang akrab dikenal dengan sapaan Pak lim ini meninggal di usia ke-76 pada Jumat 1 Oktober 2021 lalu, karena sakit jantung. Pria yang juga memiliki nama Liem Tiong Hoo tersebut berpulang pada Pukul 05.30 wib tepat di Hari Kesaktian Pancasila.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















