BULUSPESANTEN, Kebumen24.com,- Sebanyak 105 Kader Petani NU mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Pertanian Nahdlatul Ulama (PKPPNU). Uniknya dalam kegiatan tersebut dimeriahkan dengan Kirab Sapi Tunggang.
Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kebumen dengan wadah Kelompok Tani Kadang Sarwo Tulus ini berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Maduretno Kecamatan Buluspesantren baru baru ini. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distapang) Kebumen Tri Haryono. Hadir Ketua LPP NU Jateng KH Suroso AR, Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar, Ketua LPP NU Kebumen Imam satibi, dan juga Forkopimcam Kecamatan Buluspesantren.
Ketua PCNU Kebumen Dawamudin Masdar dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan akan nasib petani yang sering diombang ambingkan dengan kelangkaan pupuk yang akhir akhir ini terjadi. Terlebih anjloknya harga gabah dan permasalahan jalur irigasi cukup dirasakan oleh para petani.
Untuk itu, dengan adanya PKPPNU ini, bisa menjawab semua permasalahan para petani. Terlebih sebagian besar warga Nahdiyin bermata pencaharian sebagai petani.
” Saya sangat mengapresiasi Kepada LPPNU Kebumen yang berhasil menggelar kegiatan PKPPNU dengan diikuti pengurus LPP MWC NU Se Kab Kebumen. Kita semua prihatin dengan nasib petani yang sering di ombang ambing kebijakan pupuk, anjloknya gabah, irigasi dan lainya. Mudah mudahan dengan diwadahinya petani NU dalam Kelompok Kadang Tani Sarwo Tulus nasib petani NU akan berubah,” Tutur Dawam.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LPPNU Kebumen Dr Imam Satibi, dimana LPPNU harus bisa menjadi percontohan dalam barisan Lembaga NU. LPPNU akan aktif melakukan konsolidasi hingga terbentuknya kelompok tani di desa desa atau ranting.
Banyak hal yang harus di edukasi baik melalui transfer ilmu pengetahuan maupun transfer capital sehingga petani NU berdaya dan mandiri. Solusi yang harus dilakukan adalah mendorong petani NU untuk cerdas menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
“Masalah stunting yang disebabkan kurangya nutrisi kandungan makanan akan disikapi NU secara langsung melalui teknologi agrikultural,” Ucapnya.
Sementara itu Bupati Kebumen melalui Kepala Distapang Kebumen Tri Haryono mengatakan pemerintah akan selalu mendukung keberanian petani NU berinovasi. Terlebih dengan adanya kegiatan dari PKPPNU ini, yang tentunya bisa menjadi jembatan demi kemajuan taraf hidup mereka.
Menurutnya dengan keberanian petani NU melakukan marketing sendiri, mereka tidak mudah dimanfaatkan oleh makelar dan para tengkulak. Pihaknya yakin, dengan cara seperti itu, para petani NU memiliki daya tawar yang lebih tinggi.
” Inovasi yang dihadirkan sangat luar biasa, para petani NU kini sudah bisa memasarkan produknya sendiri dan tidak dimanfaatkan oleh makelar,” Pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















