BULUSPESANTREN, Kebumen24.com,- Langkanya pupuk kimia, tidak menyurutkan semangat para petani di Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kebumen untuk tetap bercocok tanam. Ini dikarnakan petani mulai beralih ke Pupuk Organik untuk menyuburkan tanamannya.
Pupuk organik sendiri, dinilai sangat bermanfaat untuk mengembalikan unsur hara tanah. Termasuk sangat baik untuk tanaman, dan bisa menghemat pengeluaran hingga 50 persen.
Saperti diutarakan, Imam Zuhdi salah seorang petani tomat di desa tersebut, Jumat 1 Oktober 2021. Ia sudah mulai menggunakan pupuk organik untuk merawat 1500 batang tanaman tomat. Terlebih untuk bahan baku pembuatan pupuk organik sangatlah melimpah di desanya.
‘’ Seperti limbah kotoran kotoran sapi, yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos disini banyak,’’ujarnya.
Dengan menggunakan pupuk kompos tersebut, tanaman tomatnya bisa tumbuh subur dan hasil panennya pun melimpah. Disamping itu rasa dari tomat tersebut berbeda dari tomat yang ditanam dengan pupuk kimia, yakni lebih manis, terlebih dipetik dari pohonnya langsung.
” Hasilnya sangat bagus dan bisa menghemat pengeluaran tanam hingga 50 persen dengan pupuk kompos ini,” Ucapnya.
Menurutnya proses pemupukan dengan pupuk organik tidak jauh berbeda dengan pupuk kimia, dan bisa dilakukan kapan saja. Pupuk organik sendiri tidak memiliki efek samping sama sekali untuk tanaman, bahkan tanah yang dipupuk dengan pupuk tersebut menjadikan tanahnya menjadi lebih gembur.
Untuk itu, ia mengajak para petani yang lain agar beralih ke Pupuk Organik. Apalagi sebagian besar petani memiliki hewan ternak di rumahnya. Ia juga berharap agar pertanian organik bisa semakin maju dan diminati oleh generasi muda.
” Dari alam kembali ke alam, contohnya saja kita memelihara sapi kotorannya yang tidak berguna itu, kalo dibawa ke ladang kan bisa membuat subur tanaman, dan hasilnya kembali ke kita lagi,” imbuhnya.(K24/IMAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















