KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebuah profesi tidak serta merta datang begitu saja. Dibutuhkan semangat dan keuletan yg tinggi. Termasuk bagi Kabid, salah satu perajin batu bata Dusun Keteng, Desa Muktisari Kecamatan Kebumen.
Kabid (50) mengaku sudah 10 THN. Tak jarang harus menemui kendala yang harus dihadapi, salah satu nya cuaca yang tidak menentu. Meski begitu ia tetap semangat menjalankan profesi ini sebagai penopang kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Saya sudah 10 tahun membuat batu bata, Alhamdulillah bisa sedikit membantu kecukupan keluarga saya. Kendala nya paling hujan yang mengurangi produksi batu bata,” ujarnya Minggu 5 September 2021.
Pria bertubuh kurus dibalut kulit hitam ini tak jarang harus beradu dengan teriknya panas matahari saat memproduksi batu bata. Proses pembuatan batu dilahan yang ia sewa 2 juta pertahun perhari mampu membuat sekitar 200 batu bata dalam setiap harinya.
Terkait pendapatan yang ia dapat Kabid mengatakan selalu bersyukur meskipun tidak seberapa. Dimana, rata-rata batu-bata dinilai seharga 270 rupiah.
“Sehari bisa membuat sekitar 200 batu bata, saya jual ke pengepul batu bata harganya 270 jadi sekitar bisa dapat Rp54.000,” ucapnya
Di usianya yang tidak muda lagi Kabid takernah memiliki hasrat atau keingina yang berlebihan namun ada satu harapan yang ada didalam benak nya, yakni tetap bisa memberikan nafkah untuk kebutuhan keluarga.
“Ya semoga ini bisa menjadi penopang kebutuhan bagi keluarga saya,” imbuhnya.(k24/ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















