KEBUMEN, Kebumen24.com – Lonjakan kasus baru Covid-19, membuat sejumlah rumah sakit berbenah. Salah satunya penambahan kamar isolasi pasien Covid-19. Hal tersebut terjadi tidak terlepas Bad Occupancy Rate (BOR) terus mengalami kenaikan.
Seperti halnya PKU Muhammadiyah Gombong yang sebelumnya memiliki 176 kamar isolasi khusus Covid-19 menambah menjadi 284 kamar. Dari kamar yang tersedia, sebanyak 213 kamar telah terisi pasien.
RS dr Soedirman (RSDS) Kebumen juga melalukan penambahan menjadi 124 kamar isolasi yang telah terisi 106 ruangan. Rencananya, RS plat merah ini juga akan menambah kamar isolasi kembali sebanyak 37 kamar.
Direktur RS dr Soedirman Kebumen Widodo Suprihantoro mengatakan, kondisi darurat jika terjadi lonjakan pasien pihaknya sudah mempersiapkannya. Seperti halnya menyulap ruang auditorium rumah sakit menjadi tempat isolasi pasien Covid-19.
“Harapannya semua pasien yang masuk RSDS dapat tertangani dengan baik,” katanya, Selasa 29 Juni 2021.
Problem lain, lanjut Widodo, berkaitan kondisi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Diakuinya, sejumlah nakes terpapar terutama mereka yang bertugas menangani langsung pasien. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penanganan pasien.
“Kami telah merekrut perawat dan bidan sejumlah 18 yang ditempatkan di ruang isolasi,” imbuhnya.
Sementara, Kasi Medis RSDS Kebumen Teguh Riyanto mengungkapkan terdapat perbedaan gejala pasien Covid-19. Biasanya, ditandai dengan hilangnya penciuman dan perasa seperti batuk pilek. Namun saat ini, tandanya ada manifestasi kulit dan gangguan pencernaan, demam dan sesak nafas.
“Saat ini ditandai manifestasi kulit dan gangguan pencernaan seperti mual dan muntah. Hampir mirip seperti gejala Tipoid,” jelasnya. (K24/IMAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















