Pertanian

Kreatif, Pemuda di Buluspesantren Kembangkan Pertanian Hidroponik

2637
×

Kreatif, Pemuda di Buluspesantren Kembangkan Pertanian Hidroponik

Sebarkan artikel ini
K24

BULUSPESANTREN, Kebumen24.com- Pertanian hingga saat ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain menyehatkan dengan bertani juga bisa menghasilkan pundi pundi rupiah yang sangat menggiurkan.

 

Seperti yang dilakukan Sarjono warga dukuh Kliwonan Desa Banjurpasar Buluspesantren, yang memanfaatkan lahan kosongnya dengan berbagai macam tanaman seperti Jahe, Cabai dan juga sayuran lainya tanpak rapih berjejer di depan rumahnya. Menariknya, sayuran di lahan tersebut menggunakan sistem pertanian hidroponik, yang masih sangat jarang diterapkan di pedesaan.

 

Sarjono mengatakan awal mula membuat perkebunan ini lantaran ia melihat pertanian yang dikembangkan di pedesaan kebanyakan berada di sawah, dan hanya ditanami padi dan palawija, dan untuk lahan kering sangat kurang diminati oleh masyarakat. Untuk itu prospek bisnis kedepan, masih berpeluang dan terbuka lebar.

 

Menurutnya, rempah rempah dan sistem pertanian hidroponik masih sangat jarang dikembangkang oleh masyarakat. Rempah rempah sendiri seperti halnya jahe merah bisa menjadi investasi jangka panjang serta peluang pasarnya masih sangat tinggi.

 

” Khususnya rempah masih jarang banget, jadi kalau jahe merah bisa dijadikan untuk investasi jangka panjang dan bisa dipanen 8 bulan itu kalo konsumsi minimal sedangkan kalo ini untuk pembibitan minimal 1 tahun,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, dengan sistem hidroponik bisa menjadi solusi oleh para petani, dikarenakan dengan sistem tersebut bisa mengurangi hama. Dengan penghasilan petani yang kurang menentu, sayuran bisa dijadikan penghasilan harian.

 

” Hidroponik prospeknya bagus, karena didesa masih jarang juga, kalo dari ukuran petani yang penghasilannya nggak tentu, ini bisa menjadi alternatif untuk mencari penghasilan harian. Jadi Income-nya lebih continue,” katanya.

 

Dikatakan pangsa pasar sayuran seperti selada dan juga pakcoy masih cukup luas, apalagi harga perkilogramnya mencapai 20 ribu perkilogramnya. Terlebih saat ini media sosial bisa menjadi jaring pemasaran yang cukup luas.

 

” Ada selada pakcoy juga sebagian. Pangsa pasar masih luas, cukup online saja pakai Facebook awalnya si harus kepasar, tapi kalau udah dapat pelanggan ya tinggal di save aja, selada 20 ribu perkilo,” jelasnya.

 

Untuk itu dirinya berharap, generasi muda bisa menekuni dunia pertanian, untuk mengembangkan pedesaan. Seperti halnya pertanian dengan sistem hidroponik, pangsa pasarnya masih cukup bagus.

 

” Ya semoga menjadi berkembang generasi muda juga mau menekuni hidro ponik sukur sukur bisa ke pangsa pasar yang lebih besar itu lebih bagus,” pungkasnya.(K24/IMAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.